PATI, umbara.co.id — Identitas sebuah daerah tidak hanya dibangun melalui sektor pariwisata maupun budaya. Produk pertanian yang memiliki karakter khas juga dapat menjadi bagian dari citra sebuah wilayah. Hal itu dinilai dapat diterapkan pada jeruk Pamelo di Kabupaten Pati.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Golkar, Nanda Yahya, mengatakan jeruk Pamelo memiliki peluang untuk diperkenalkan lebih luas sebagai salah satu produk yang merepresentasikan Kabupaten Pati.
Menurutnya, keberadaan komoditas khas daerah harus dibarengi dengan strategi branding yang kuat. Dengan begitu, masyarakat dari luar daerah tidak hanya mengenal Pati sebagai daerah pertanian, tetapi juga memiliki ingatan terhadap produk khas yang dihasilkan.
“Kalau kita ingin jeruk Pamelo menjadi identitas Pati, tentu harus ada branding yang jelas. Orang harus mudah mengenali bahwa ketika berbicara jeruk Pamelo, salah satu daerah yang terlintas adalah Pati,” kata Nanda.
Ia menyebut penguatan identitas produk dapat dilakukan melalui kemasan, promosi, festival maupun pemasaran digital. Pemerintah juga dapat menggandeng pelaku UMKM dan komunitas lokal untuk memperluas pengenalan produk tersebut.
Nanda menilai branding tidak sebatas memberikan nama atau logo pada produk. Lebih jauh, identitas tersebut harus dibangun melalui kualitas buah yang konsisten sehingga kepercayaan konsumen dapat terbentuk.
“Branding itu bukan hanya soal kemasan. Produk yang dibawa harus memiliki kualitas yang bisa dipertanggungjawabkan. Kalau konsumen sudah percaya, nama Pamelo Pati akan lebih mudah berkembang,” ujarnya.
Ia juga mendorong Pemkab Pati mengintegrasikan promosi jeruk Pamelo dengan berbagai agenda daerah. Setiap kegiatan yang menghadirkan masyarakat dari luar Pati dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan produk tersebut.
Menurut Nanda, langkah semacam itu akan memberikan keuntungan ganda. Di satu sisi memperkuat citra daerah, sementara di sisi lain membuka pasar baru bagi petani dan pelaku usaha.
“Jangan sampai jeruk Pamelo hanya dikenal di sekitar sentra produksinya. Kita harus membawa namanya keluar, supaya masyarakat di daerah lain tahu bahwa Pati juga memiliki produk pertanian yang khas,” tuturnya.
Nanda berharap Pemkab bersama petani dan pelaku usaha mulai membangun konsep branding secara serius dan berkelanjutan.
“Bumi Mina Tani memiliki banyak potensi. Salah satunya bisa kita angkat melalui jeruk Pamelo. Kalau identitasnya kuat, ini bisa menjadi kebanggaan masyarakat Pati sekaligus memiliki nilai ekonomi,” pungkasnya.
(ADV)














