Menu

Mode Gelap
Suhartini Apresiasi Pemeriksaan Mata Gratis, Dorong Cakupan Diperluas DPRD Pati Buka Peluang Jeruk Pamelo Dikembangkan Jadi Wisata Agro Legislator Golkar: Jeruk Pamelo Bisa Jadi Identitas Baru Bumi Mina Tani DPRD Pati Ingatkan Penggunaan APBD Jangan Berhenti pada Serapan Anggaran Komisi B DPRD Pati Dorong Pengendalian Inflasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat Adhi Pamungkas: Pencegahan Kematian Ibu Harus Dimulai Sebelum Menikah

Uncategorized

Komisi B DPRD Pati Dorong Pengendalian Inflasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat

badge-check


					Komisi B DPRD Pati Dorong Pengendalian Inflasi Berbasis Kebutuhan Masyarakat Perbesar

PATI, umbara.co.id — Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi salah satu perhatian Komisi B DPRD Kabupaten Pati dalam pembahasan sektor perekonomian. Pemerintah daerah didorong memperkuat langkah pengendalian inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga.

Sekretaris Komisi B DPRD Pati dari Fraksi Demokrat, Mukit, mengatakan pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan ketika harga komoditas sudah mengalami kenaikan. Pemerintah perlu melakukan langkah antisipasi dengan memantau perkembangan harga secara berkala.

“Pengendalian inflasi harus dilakukan sejak awal. Ketika ada komoditas yang mulai menunjukkan kenaikan harga, pemerintah harus segera mengetahui penyebabnya dan mengambil langkah sebelum dampaknya semakin luas,” ujar Mukit.

Menurutnya, kebutuhan pokok memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat. Kenaikan harga pangan, khususnya komoditas yang menjadi kebutuhan sehari-hari, dapat mengurangi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan lainnya.

Karena itu, Mukit mendorong adanya koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pelaku distribusi, pasar, dan pihak terkait lainnya. Informasi mengenai stok dan perkembangan harga harus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan.

“Yang perlu dijaga bukan hanya harganya, tetapi juga ketersediaan barang. Kalau stok aman dan distribusinya lancar, tekanan terhadap harga bisa lebih mudah dikendalikan,” jelasnya.

Ia juga menilai pemerintah perlu memperhatikan persoalan distribusi dari daerah produksi hingga ke pasar. Gangguan distribusi berpotensi menimbulkan kelangkaan di tingkat konsumen yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan harga.

Selain menjaga harga kebutuhan pokok, program perekonomian daerah juga diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pengendalian inflasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Mukit menegaskan Komisi B akan memberikan perhatian terhadap efektivitas kebijakan pengendalian inflasi di daerah. Menurutnya, masyarakat harus menjadi ukuran utama dalam melihat keberhasilan kebijakan tersebut.

“Inflasi memang bisa dilihat dari angka, tetapi dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, kebijakan pengendalian harga harus benar-benar menyentuh kebutuhan warga,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Legislator Golkar: Jeruk Pamelo Bisa Jadi Identitas Baru Bumi Mina Tani

30 Agustus 2026 - 10:57 WIB

DPRD Pati Ingatkan Penggunaan APBD Jangan Berhenti pada Serapan Anggaran

30 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Adhi Pamungkas: Pencegahan Kematian Ibu Harus Dimulai Sebelum Menikah

30 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Tema Beyond Journalism, DPRD Pati Harap IJTI Beri Dampak Lebih Luas

12 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Masuk Tiga Besar KLB Campak, DPRD Pati Soroti Kinerja Dinas Kesehatan

24 April 2026 - 13:26 WIB

Trending di Advertorial