PATI, umbara.co.id — Menurunnya ketersediaan air bersih saat musim kemarau dinilai perlu mendapat respons serius dari pemerintah daerah. Pemenuhan kebutuhan air masyarakat disebut tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan warga, terutama di wilayah yang sumber airnya mulai mengering.
Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, meminta pemerintah segera memberi perhatian kepada desa-desa yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan air. Menurutnya, kondisi tersebut menyangkut kebutuhan dasar yang harus tetap dipenuhi meski kemarau berlangsung panjang.
Teguh menilai persoalan air bersih tidak hanya berpengaruh terhadap kebutuhan konsumsi rumah tangga. Keterbatasan air juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kebersihan, hingga kondisi kesehatan masyarakat.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kalau sumur warga mulai tidak mampu memenuhi kebutuhan, pemerintah harus hadir memberikan solusi supaya beban masyarakat tidak semakin berat,” ujar Teguh.
Ia mendorong agar penanganan dilakukan dalam dua sisi. Untuk wilayah yang sudah mengalami krisis, pemerintah perlu mempercepat distribusi bantuan air. Sementara itu, kawasan yang berulang kali terdampak perlu mendapatkan langkah antisipasi agar persoalan serupa tidak terus terjadi setiap musim kemarau.
Teguh juga mengingatkan agar penyaluran bantuan dilakukan secara merata. Kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air perlu menjadi perhatian dalam pendataan maupun distribusi.
“Jangan sampai warga yang sebenarnya terdampak justru tidak menerima bantuan karena persoalan pendataan atau koordinasi. Penanganannya harus adil dan menyentuh seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mempertahankan pelayanan dasar selama musim kemarau. Selain respons cepat terhadap kondisi saat ini, upaya jangka panjang untuk memperkuat akses air bersih dinilai penting agar masyarakat memiliki sumber air yang lebih aman dan berkelanjutan.
(ADV)














