PATI – Keluarga korban kasus patah jari di MTs Islam Wangunrejo menyoroti lemahnya pengawasan terhadap perilaku siswa yang diduga kerap melakukan tindakan perundungan.
Sahlatina mengungkapkan bahwa salah satu pelaku berinisial D disebut sudah beberapa kali terlibat dalam aksi intimidasi terhadap siswa lain.
Menurut informasi yang diperoleh keluarga dari sejumlah siswa, tindakan kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut bukan kali pertama terjadi.
“Mereka sering mencari masalah dan melakukan bullying terhadap teman-temannya,” ujarnya.
Keluarga juga mengaku mendapat informasi bahwa sejumlah persoalan yang terjadi di lingkungan sekolah selama ini lebih banyak diselesaikan secara internal tanpa melibatkan orang tua siswa.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat tindakan perundungan terus berulang karena tidak mendapat penanganan yang menyeluruh.
Atas dasar itu, keluarga berharap kasus yang menimpa A menjadi momentum evaluasi terhadap sistem pengawasan dan perlindungan peserta didik di lingkungan sekolah.














