PATI – Jagung pipil hasil panen raya di Desa Brati, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, kini mencapai harga tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Selama tiga minggu terakhir, harga jagung menyentuh Rp 4.700 per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata harga sebelumnya.
Masrukan, salah seorang petani Desa Brati, mengaku harga tersebut membawa keuntungan besar bagi petani.

“Petani yang sudah ada panen raya di Brati, harga saat ini Rp 4.700, artinya petani sangat untung banyak dari modal usaha tani, karena belum pernah dapat harga segitu. Biasanya untuk bicara tahun lalu Rp 4.000 hingga Rp 3.900 per kilogram,” ujarnya kepada suarakabar.co.id, Rabu (1/10/2025).
Berdasarkan catatan para petani, harga jagung pipil mulai naik sejak awal panen. Pada minggu pertama, harga masih di kisaran Rp 4.400 per kilogram, kemudian terus merangkak hingga mencapai Rp 4.700 per kilogram saat ini.
“Panen sejak tiga minggu yang lalu, pada hari pertama harga Rp 4.400 per kilogram, merangkak naik. Itu yang beli masih tingkatan tengkulak,” jelas Masrukan.
Di Desa Brati, mayoritas petani memilih menanam jagung varietas P27 Gajah. Varietas ini dinilai memiliki batang dan akar yang kuat serta lebih tahan terhadap roboh. Selain itu, keseragaman penggunaan varietas juga membantu menekan serangan hama penyakit.
“Khusus Brati hampir 100 persen P27 Gajah. Keunggulannya karena kami kompak sehingga nanti hama penyakitnya bisa ditekan,” tambahnya.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan harga ini cukup signifikan. Pada periode yang sama tahun 2024, harga jagung pipil hanya berkisar di bawah Rp 4.000 per kilogram. Pencapaian harga Rp 4.700 per kilogram kali ini menjadi rekor baru yang memberikan harapan besar bagi kesejahteraan petani jagung di Pati.














