Menu

Mode Gelap
GMNI Kota Medan Demo di Depan Kantor DPRD, Soroti Rapor Merah Tata Kelola Pemerintahan Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

Berita

Harga Jagung Pipil di Pati Sentuh Rp 4.700 per Kilogram, Petani Raup Untung Besar

badge-check


					Harga Jagung Pipil di Pati Sentuh Rp 4.700 per Kilogram, Petani Raup Untung Besar Perbesar

PATI – Jagung pipil hasil panen raya di Desa Brati, Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, kini mencapai harga tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Selama tiga minggu terakhir, harga jagung menyentuh Rp 4.700 per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding rata-rata harga sebelumnya.

Masrukan, salah seorang petani Desa Brati, mengaku harga tersebut membawa keuntungan besar bagi petani.

“Petani yang sudah ada panen raya di Brati, harga saat ini Rp 4.700, artinya petani sangat untung banyak dari modal usaha tani, karena belum pernah dapat harga segitu. Biasanya untuk bicara tahun lalu Rp 4.000 hingga Rp 3.900 per kilogram,” ujarnya kepada suarakabar.co.id, Rabu (1/10/2025).

Berdasarkan catatan para petani, harga jagung pipil mulai naik sejak awal panen. Pada minggu pertama, harga masih di kisaran Rp 4.400 per kilogram, kemudian terus merangkak hingga mencapai Rp 4.700 per kilogram saat ini.

“Panen sejak tiga minggu yang lalu, pada hari pertama harga Rp 4.400 per kilogram, merangkak naik. Itu yang beli masih tingkatan tengkulak,” jelas Masrukan.

Di Desa Brati, mayoritas petani memilih menanam jagung varietas P27 Gajah. Varietas ini dinilai memiliki batang dan akar yang kuat serta lebih tahan terhadap roboh. Selain itu, keseragaman penggunaan varietas juga membantu menekan serangan hama penyakit.

“Khusus Brati hampir 100 persen P27 Gajah. Keunggulannya karena kami kompak sehingga nanti hama penyakitnya bisa ditekan,” tambahnya.

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan harga ini cukup signifikan. Pada periode yang sama tahun 2024, harga jagung pipil hanya berkisar di bawah Rp 4.000 per kilogram. Pencapaian harga Rp 4.700 per kilogram kali ini menjadi rekor baru yang memberikan harapan besar bagi kesejahteraan petani jagung di Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMNI Kota Medan Demo di Depan Kantor DPRD, Soroti Rapor Merah Tata Kelola Pemerintahan

21 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Trending di Advertorial