Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Berita

IHSG Terkoreksi Setelah Reli Panjang: Kesempatan atau Awal Tren Turun?

badge-check


					IHSG Terkoreksi Setelah Reli Panjang: Kesempatan atau Awal Tren Turun? Perbesar

Jakarta, 8 Mei 2025 — Setelah menguat selama delapan hari berturut-turut, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mengalami koreksi cukup tajam. Pada penutupan perdagangan hari ini, IHSG merosot sebesar 1,42% atau turun 98,47 poin, menetap di level 6.827,75.

Koreksi ini menjadi sorotan pelaku pasar, terutama karena terjadi di tengah euforia pasar yang cukup tinggi belakangan ini.

Aksi Jual Asing Jadi Pemicu

Salah satu penyebab utama melemahnya IHSG hari ini adalah aksi jual investor asing. Berdasarkan data BEI, asing mencatatkan net sell sebesar Rp841,59 miliar di seluruh pasar. Hal ini memberikan tekanan signifikan terhadap saham-saham big caps, khususnya di sektor perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.

Data Perdagangan 8 Mei 2025:

Volume: 38,21 miliar saham

Frekuensi: 1,62 juta transaksi

Nilai: Rp14,63 triliun

Saham naik: 228 emiten

Saham turun: 393 emiten

Saham stagnan: 184 emiten

Koreksi Sehat atau Sinyal Waspada?

Koreksi hari ini sebenarnya cukup wajar dalam konteks teknikal. Setelah reli panjang, pasar cenderung mengalami konsolidasi. Beberapa analis menilai level IHSG saat ini sedang menguji area resistance psikologis di 6.900–7.000. Koreksi bisa menjadi momen akumulasi untuk saham-saham berfundamental kuat.

Namun, penting bagi investor untuk tetap waspada terhadap sentimen global, termasuk kebijakan suku bunga The Fed dan data inflasi AS yang bisa memicu volatilitas di pasar emerging market seperti Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial