PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo, menyoroti tingginya angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati selama tahun 2025. Politikus Fraksi Gerindra itu menilai, puluhan korban jiwa yang hilang di jalan raya menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas.
Berdasarkan data yang diterimanya, sepanjang tahun 2025 terjadi 1.518 kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Pati. Dari jumlah tersebut, tercatat 34 orang meninggal dunia dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Menurut Irianto, angka kematian tersebut tidak bisa dipandang sebagai sekadar data statistik. Di balik setiap korban terdapat keluarga yang kehilangan anggota keluarga dan harus menanggung dampak sosial maupun ekonomi.
“Sebanyak 34 orang meninggal dunia dalam satu tahun adalah angka yang memprihatinkan. Kita tidak boleh menganggap ini sebagai sesuatu yang biasa. Setiap korban adalah nyawa yang seharusnya bisa diselamatkan apabila semua pihak lebih peduli terhadap keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Ia menilai perlu adanya langkah yang lebih konkret dalam menekan angka kecelakaan fatal. Selain penegakan hukum, edukasi keselamatan berkendara harus terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama kepada kalangan pelajar dan pengendara usia produktif yang mendominasi pengguna jalan.
Irianto juga meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kecelakaan yang selama ini sering memakan korban jiwa.
“Jangan menunggu ada korban berikutnya baru bergerak. Pemerintah harus berani melakukan audit keselamatan jalan secara berkala, memperbaiki titik rawan kecelakaan, dan memastikan seluruh fasilitas pendukung keselamatan berfungsi optimal. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Ia berharap angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan di Kabupaten Pati dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan melalui kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
“Target kita bukan sekadar mengurangi angka kecelakaan, tetapi menyelamatkan nyawa. Jangan sampai setiap tahun ada puluhan keluarga yang harus kehilangan orang tercinta akibat kecelakaan yang sebenarnya bisa dicegah,” pungkasnya.
(adv)














