Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Berita

Jejak Mbah Moen Menginspirasi, Ulin Nuha Menapaki Jalan Politik

badge-check


					Jejak Mbah Moen Menginspirasi, Ulin Nuha Menapaki Jalan Politik Perbesar

PATI, umbara.co.id — Jalan hidup Muhammad Ulin Nuha tak selalu mulus. Pernah menjadi sopir angkut pasir dari Jawa Timur hingga Klaten, kini lelaki berusia 29 tahun itu resmi duduk di kursi legislatif sebagai anggota DPRD Kabupaten Pati, menggantikan almarhum ayahnya yang wafat awal tahun ini.

Pelantikan Ulin sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) digelar di Gedung DPRD Pati pada Selasa, 15 Juli 2025. Ia dilantik menjadi anggota Komisi C dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai yang juga menjadi rumah politik sang ayah.

Ulin mengaku tak pernah membayangkan akan menjadi seorang wakil rakyat. Sejak lulus dari Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang pada 2019, ia memilih jalan sebagai wirausahawan. Ia membangun bisnis dari nol: berdagang beras, membuka usaha transportasi, bahkan menyetir sendiri kendaraan barang miliknya demi menyambung hidup.

“Saya pernah jadi sopir, angkut sendiri, ambil pasir ke luar kota. Rasanya dulu berat, tapi justru dari situ saya belajar banyak hal,” cerita Ulin dengan nada tenang usai pelantikan.

Ayahnya, tokoh PPP dari Dapil 4 (Winong, Pucakwangi, Jaken, Jakenan), meninggal dunia pada 27 Januari 2025 lalu. Dalam pemilu 2024, Ulin meraih 2.270 suara, sedangkan sang ayah memperoleh 6.926 suara. Ketika kabar duka datang, banyak pihak mendorong agar Ulin melanjutkan perjuangan sang ayah di parlemen.

Keputusan itu tidak mudah. Namun ada satu sosok yang membuat hatinya mantap: KH Maimoen Zubair. Ulama kharismatik asal Rembang itu menjadi inspirasi Ulin sejak ia masih duduk di Madrasah Matholi’ul Huda Pucakwangi.

“Dari dulu saya sudah cinta sama PPP karena Mbah Moen. Beliau idola saya sejak mondok,” kenangnya.

Kini, setelah resmi menjadi wakil rakyat, Ulin membawa harapan besar. Ia ingin menjadi penyambung aspirasi masyarakat, khususnya di desa-desa yang selama ini kerap tertinggal pembangunan.

“Saya ingin fokus pada infrastruktur desa, jalan, irigasi, sampai TPQ. Karena itu yang paling dibutuhkan warga dapil kami,” tegasnya.

Tak hanya melanjutkan warisan politik ayahnya, Ulin Nuha juga membawa warna baru: semangat anak muda, pengalaman di dunia usaha, dan kedekatan emosional dengan masyarakat akar rumput.

Dari setir truk hingga kursi legislatif, Ulin telah menempuh perjalanan panjang. Kini, lembar baru dalam hidupnya dimulai, sebagai legislator muda dengan semangat perubahan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial