Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Berita

Kirab Boyongan Warnai Hari Jadi ke-702 Pati, Bupati Umumkan Penyesuaian Kenaikan PBB-P2

badge-check


					Kirab Boyongan Warnai Hari Jadi ke-702 Pati, Bupati Umumkan Penyesuaian Kenaikan PBB-P2 Perbesar

PATI – Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang Jalan Raya Sarirejo, Jalan Pantura Pati-Juwana, hingga kawasan Kantor Bupati Pati pada Kamis (7/8/2025), untuk menyaksikan Kirab Boyongan, prosesi budaya lima tahunan yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-702 Kabupaten Pati.

Kirab Boyongan bukan sekadar perayaan, melainkan peneguhan sejarah lahirnya Kabupaten Pati. Tradisi ini mengulang peristiwa penting pada tahun 1323, saat pusat pemerintahan dipindahkan dari Pendopo Kemiri di Desa Sarirejo ke Desa Kaborongan — lokasi Pendopo Kabupaten Pati yang kini menjadi simbol administratif daerah. Momentum ini pula yang menandai perubahan status Pati dari kadipaten menjadi kabupaten, seperti tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Pati Nomor 2 Tahun 1994.

Prosesi dimulai dari Genuk Kemiri, diawali pengambilan air suci oleh Kepala Desa Sarirejo bersama juru kunci, serta disambut tari tradisional Eka Prawira dan Bedhaya. Setelah doa bersama, rombongan kirab menyusuri rute panjang melalui Jalan Pemuda, Alun-Alun Pati, hingga Kantor Bupati.

Peserta kirab tampil anggun dengan busana adat dan membawa pusaka simbolik dari tiga kadipaten leluhur Pati: Mojosemi, Paranggaruda, dan Carangsoka. Warga memadati trotoar, menyambut iring-iringan dengan antusias sambil merekam momen langka tersebut.

Sorotan utama jatuh pada Bupati Pati H. Sudewo dan istri, Atik Kusdarwati, yang tampil dalam balutan busana agung kanigaran menaiki kereta kencana. Mereka didampingi oleh Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, camat, pelajar, tokoh masyarakat, dan pegiat budaya.

Kirab makin semarak dengan kehadiran marching band, duta budaya, pasukan Paskibra, sanggar seni, serta prajurit simbolik dari berbagai desa di Kabupaten Pati.

Setibanya di Pendopo Kabupaten, prosesi dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional seperti Gongcik, Tari Golek Mugi Rahayu, dan pembacaan suluk oleh dalang sebagai peneguh nilai-nilai spiritual dan budaya lokal.

Dalam sambutannya yang disampaikan dalam Bahasa Jawa, Bupati Sudewo menekankan pentingnya menjaga warisan sejarah dan budaya lokal. “Kirab ini bukan sekadar tontonan, tetapi simbol perjalanan panjang Kabupaten Pati. Ini harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk tetap mencintai identitas daerah,” ujarnya.

Di momen istimewa ini pula, Bupati mengumumkan penurunan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebagai bentuk respons atas aspirasi masyarakat, sekaligus kado Hari Jadi Pati.

Acara ditutup dengan prosesi penanaman pohon ringin dan selametan, sebagai simbol harapan akan masa depan Pati yang lebih baik, harmonis, dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial