Menu

Mode Gelap
KPU Lampung Tengah Laksanakan Audiensi Dan Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung. Israel Lancarkan Serangan Pendahuluan ke Iran, Khamenei Dipindahkan ke Lokasi Aman Tak Sekadar Status, Pati Targetkan Dampak Nyata dari Predikat Kabupaten Kreatif KPK Dalami Aliran Uang Sudewo ke KSPPS Artha Bahana Syariah Panen Raya Bukti Program 1 Hektar 10 Ton Terwujud di Pati Pasar Imlek Dibuka di Pecinan Pati, Fasilitasi 75 UMKM Bangkitkan Ekonomi Warga

Pati

Miris, Rumah Singgah Dinsos Pati Dinilai Tak Layak Huni, Dewan Suhartini Soroti Fasilitas hingga Listrik

badge-check


					Miris, Rumah Singgah Dinsos Pati Dinilai Tak Layak Huni, Dewan Suhartini Soroti Fasilitas hingga Listrik Perbesar

PATI, umbara.co.id – Kondisi rumah singgah milik Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati menuai sorotan tajam dari kalangan legislatif. Salah satu anggota DPRD Pati, Dra. Hj. Suhartini, menyampaikan keprihatinannya usai melihat langsung keadaan tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi warga dengan kebutuhan khusus tersebut.

Dalam kunjungannya, Suhartini mendapati banyak kejanggalan dari tempat tidur yang tidak layak, kebersihan lingkungan yang memprihatinkan, hingga persoalan dasar seperti kebutuhan listrik yang justru dibebankan kepada keluarga pasien.

“Tempat tidur ada yang rusak, kotor, tidak layak pakai. Lingkungannya pun kurang bersih. Ini sangat disayangkan,” ujar Suhartini dengan nada prihatin.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, rumah singgah seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan beban tambahan bagi keluarga pasien. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

“Sampai-sampai keluarga pasien harus beli token listrik sendiri. Ini ironis. Sekalipun tidak ada penghuni, listrik itu harus tetap menyala,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi kamar yang dinilainya jauh dari standar kenyamanan bagi warga berkebutuhan khusus.

“Kondisinya sangat-sangat tidak layak. Harusnya, tempat tidur tertata rapi di setiap kamar. Meski tidak digunakan, tetap harus siap pakai,” jelasnya.

Suhartini pun menekankan pentingnya perhatian terhadap detail kecil yang berdampak besar, seperti sirkulasi udara di dalam kamar.

“Ventilasi harus berfungsi. Kalau tidak ada orang, boleh ditutup, tapi jangan sampai jadi sarang nyamuk. Ini masalah kesehatan juga,” tandasnya.

Ia berharap Pemkab Pati segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rumah singgah tersebut. Menurutnya, warga dengan kebutuhan khusus butuh tempat yang layak, bukan sekadar tempat bermalam.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KPU Lampung Tengah Laksanakan Audiensi Dan Koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung.

2 Maret 2026 - 11:50 WIB

Pasar Imlek Dibuka di Pecinan Pati, Fasilitasi 75 UMKM Bangkitkan Ekonomi Warga

7 Februari 2026 - 11:56 WIB

Jalan Rusak di Pati Mulai Ditangani, DPUTR Siapkan Perbaikan Bertahap

4 Februari 2026 - 03:04 WIB

Banjir Bandang Terjang Pati, DPUTR Tambal Tanggul Secara Darurat

3 Februari 2026 - 03:02 WIB

Skandal Perangkat Desa Pati, Bupati Sudewo Resmi Jadi Tersangka

20 Januari 2026 - 13:34 WIB

Trending di Berita