PATI, umbara.co.id – Kondisi rumah singgah milik Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati menuai sorotan tajam dari kalangan legislatif. Salah satu anggota DPRD Pati, Dra. Hj. Suhartini, menyampaikan keprihatinannya usai melihat langsung keadaan tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi warga dengan kebutuhan khusus tersebut.
Dalam kunjungannya, Suhartini mendapati banyak kejanggalan dari tempat tidur yang tidak layak, kebersihan lingkungan yang memprihatinkan, hingga persoalan dasar seperti kebutuhan listrik yang justru dibebankan kepada keluarga pasien.

“Tempat tidur ada yang rusak, kotor, tidak layak pakai. Lingkungannya pun kurang bersih. Ini sangat disayangkan,” ujar Suhartini dengan nada prihatin.
Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, rumah singgah seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan beban tambahan bagi keluarga pasien. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya.
“Sampai-sampai keluarga pasien harus beli token listrik sendiri. Ini ironis. Sekalipun tidak ada penghuni, listrik itu harus tetap menyala,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi kamar yang dinilainya jauh dari standar kenyamanan bagi warga berkebutuhan khusus.
“Kondisinya sangat-sangat tidak layak. Harusnya, tempat tidur tertata rapi di setiap kamar. Meski tidak digunakan, tetap harus siap pakai,” jelasnya.
Suhartini pun menekankan pentingnya perhatian terhadap detail kecil yang berdampak besar, seperti sirkulasi udara di dalam kamar.
“Ventilasi harus berfungsi. Kalau tidak ada orang, boleh ditutup, tapi jangan sampai jadi sarang nyamuk. Ini masalah kesehatan juga,” tandasnya.
Ia berharap Pemkab Pati segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rumah singgah tersebut. Menurutnya, warga dengan kebutuhan khusus butuh tempat yang layak, bukan sekadar tempat bermalam.
(ADV)










