Menu

Mode Gelap
Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana Wagub Jateng Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Karawitan

Pati

Miris, Rumah Singgah Dinsos Pati Dinilai Tak Layak Huni, Dewan Suhartini Soroti Fasilitas hingga Listrik

badge-check


					Miris, Rumah Singgah Dinsos Pati Dinilai Tak Layak Huni, Dewan Suhartini Soroti Fasilitas hingga Listrik Perbesar

PATI, umbara.co.id – Kondisi rumah singgah milik Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati menuai sorotan tajam dari kalangan legislatif. Salah satu anggota DPRD Pati, Dra. Hj. Suhartini, menyampaikan keprihatinannya usai melihat langsung keadaan tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi warga dengan kebutuhan khusus tersebut.

Dalam kunjungannya, Suhartini mendapati banyak kejanggalan dari tempat tidur yang tidak layak, kebersihan lingkungan yang memprihatinkan, hingga persoalan dasar seperti kebutuhan listrik yang justru dibebankan kepada keluarga pasien.

“Tempat tidur ada yang rusak, kotor, tidak layak pakai. Lingkungannya pun kurang bersih. Ini sangat disayangkan,” ujar Suhartini dengan nada prihatin.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, rumah singgah seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan beban tambahan bagi keluarga pasien. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

“Sampai-sampai keluarga pasien harus beli token listrik sendiri. Ini ironis. Sekalipun tidak ada penghuni, listrik itu harus tetap menyala,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi kamar yang dinilainya jauh dari standar kenyamanan bagi warga berkebutuhan khusus.

“Kondisinya sangat-sangat tidak layak. Harusnya, tempat tidur tertata rapi di setiap kamar. Meski tidak digunakan, tetap harus siap pakai,” jelasnya.

Suhartini pun menekankan pentingnya perhatian terhadap detail kecil yang berdampak besar, seperti sirkulasi udara di dalam kamar.

“Ventilasi harus berfungsi. Kalau tidak ada orang, boleh ditutup, tapi jangan sampai jadi sarang nyamuk. Ini masalah kesehatan juga,” tandasnya.

Ia berharap Pemkab Pati segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rumah singgah tersebut. Menurutnya, warga dengan kebutuhan khusus butuh tempat yang layak, bukan sekadar tempat bermalam.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo

31 Desember 2025 - 14:31 WIB

Pelayaran Karimunjawa–Jepara Diminta Waspada Meski Gelombang Rendah

26 Desember 2025 - 20:28 WIB

Pembangunan Talud Ruas Jalan Puncel-Grogolan di Dukuhseti Pati Terkesan Asal-asalan, Komisi C DPRD Tinjau Lokasi

22 Desember 2025 - 20:44 WIB

Musda DPD KNPI Pati 2025 Tetapkan Noval Utoyo Aji sebagai Ketua Baru

4 Desember 2025 - 17:59 WIB

Ruas Jalan Karangwono–Angkatan Lor Kini Mulus, Pemkab Pati Siapkan Gebrakan Infrastruktur Lainnya

28 November 2025 - 11:04 WIB

Trending di Advertorial