Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Pati

Miris, Rumah Singgah Dinsos Pati Dinilai Tak Layak Huni, Dewan Suhartini Soroti Fasilitas hingga Listrik

badge-check


					Miris, Rumah Singgah Dinsos Pati Dinilai Tak Layak Huni, Dewan Suhartini Soroti Fasilitas hingga Listrik Perbesar

PATI, umbara.co.id – Kondisi rumah singgah milik Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pati menuai sorotan tajam dari kalangan legislatif. Salah satu anggota DPRD Pati, Dra. Hj. Suhartini, menyampaikan keprihatinannya usai melihat langsung keadaan tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi warga dengan kebutuhan khusus tersebut.

Dalam kunjungannya, Suhartini mendapati banyak kejanggalan dari tempat tidur yang tidak layak, kebersihan lingkungan yang memprihatinkan, hingga persoalan dasar seperti kebutuhan listrik yang justru dibebankan kepada keluarga pasien.

“Tempat tidur ada yang rusak, kotor, tidak layak pakai. Lingkungannya pun kurang bersih. Ini sangat disayangkan,” ujar Suhartini dengan nada prihatin.

Politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini menilai, rumah singgah seharusnya menjadi tempat perlindungan, bukan beban tambahan bagi keluarga pasien. Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya.

“Sampai-sampai keluarga pasien harus beli token listrik sendiri. Ini ironis. Sekalipun tidak ada penghuni, listrik itu harus tetap menyala,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi kamar yang dinilainya jauh dari standar kenyamanan bagi warga berkebutuhan khusus.

“Kondisinya sangat-sangat tidak layak. Harusnya, tempat tidur tertata rapi di setiap kamar. Meski tidak digunakan, tetap harus siap pakai,” jelasnya.

Suhartini pun menekankan pentingnya perhatian terhadap detail kecil yang berdampak besar, seperti sirkulasi udara di dalam kamar.

“Ventilasi harus berfungsi. Kalau tidak ada orang, boleh ditutup, tapi jangan sampai jadi sarang nyamuk. Ini masalah kesehatan juga,” tandasnya.

Ia berharap Pemkab Pati segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan rumah singgah tersebut. Menurutnya, warga dengan kebutuhan khusus butuh tempat yang layak, bukan sekadar tempat bermalam.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial