Menu

Mode Gelap
Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana Wagub Jateng Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Karawitan

Advertorial

Mukit Soroti Sampah di Jalan Raya Pati – Juwana

badge-check


					Mukit Soroti Sampah di Jalan Raya Pati – Juwana Perbesar

Pati, umbara.co.id – Bau menyengat menyergap begitu kendaraan melintas di sepanjang Jalan Raya Juwana-Pati. Di sisi jalan, tumpukan sampah yang menggunung menyajikan pemandangan yang jauh dari kata nyaman. Bukan pemandangan baru, tapi ironi lama yang seolah dibiarkan terus terjadi.

Warga Desa Kebonsawahan, Kecamatan Juwana, sudah terlalu akrab dengan kondisi ini. Bagi mereka, sampah yang berserakan seperti menjadi bagian dari rutinitas harian. Sayangnya, bukan bagian yang mereka inginkan.

“Sudah bertahun-tahun begini. Kami capek mengeluh,” ujar Sumarno, salah satu warga setempat, dengan nada putus asa.

Keluhan yang sama juga datang dari para pengendara. Mereka harus menutup kaca kendaraan rapat-rapat saat melintas, demi menghindari aroma tidak sedap yang menyembur dari tumpukan sampah liar. “Kalau malam malah tambah parah, karena sering dibakar dan asapnya mengganggu,” kata Andri, pengemudi ojek online.

Permasalahan klasik ini rupanya turut mengundang perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati. Mukit, legislator dari Fraksi Demokrat, menyatakan kekecewaannya atas kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah, terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pati, perlu bertindak lebih tegas dan solutif.

“Pembuangan sampah di pinggir jalan seperti ini tidak bisa lagi ditoleransi. DLH harus hadir dengan solusi nyata,” tegas Mukit.

Ia juga mendorong keterlibatan aktif dari masyarakat desa. Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis komunitas bisa menjadi jawaban jangka panjang. “Sampah organik bisa jadi pupuk, plastik bisa didaur ulang. Tapi semua itu perlu pembinaan dan kemauan dari desa hingga ke tingkat kabupaten,” jelasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal

2 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong

2 Januari 2026 - 20:05 WIB

Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo

31 Desember 2025 - 14:31 WIB

Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati

30 Desember 2025 - 08:08 WIB

Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana

29 Desember 2025 - 16:11 WIB

Trending di Berita