Pati, umbara.co.id – Kepedulian terhadap nasib olahraga di Kabupaten Pati datang dari suara yang tak disangka: anggota DPRD. Setelah mendengar langsung keluh kesah para pengurus cabang olahraga (Cabor) dalam pertemuan bersama KONI dan Dinporapar, beberapa wakil rakyat menunjukkan niat untuk lebih dari sekadar mendengar – mereka siap terlibat.
Salah satunya, Dra. Hj. Suhartini, Anggota Komisi D DPRD Pati, menyatakan secara terbuka bahwa ia bersedia jika diminta menjadi dewan penasihat salah satu Cabor.

“Kalau ada apa-apa, nanti bisa saya sampaikan ke teman-teman dewan yang lain, bahkan sampai ke Banggar,” ucap Suhartini dengan nada serius tapi penuh empati.
Baginya, menjadi penasihat bukan sekadar jabatan formal. Ia ingin kehadirannya bisa membawa semangat baru bagi para pengurus dan atlet. “Supaya teman-teman Cabor ini lebih semangat lagi untuk berlomba,” lanjut politisi Fraksi PDIP ini.
Namun Suhartini tak menutup mata terhadap realita di lapangan. Minimnya anggaran, kata dia, menjadi salah satu kendala utama yang membelit banyak cabang olahraga. Ia mencontohkan Cabor panahan, yang memerlukan peralatan mahal.
“Panahan itu mahal ya, Mas. Satu alat bisa Rp10 juta. Kalau kebutuhan seperti itu nggak tercukupi, ya bagaimana mereka bisa latihan optimal?” keluhnya.
Dengan nada prihatin, Suhartini menekankan pentingnya perhatian lebih terhadap sarana dan prasarana olahraga. Tanpa itu, menurutnya, jangan berharap muncul prestasi dari para atlet lokal.
“Kalau sarprasnya nggak ada, ya kasihan. Gimana mereka mau berprestasi dan membawa nama baik Pati?” tandasnya.
Kini, harapan baru menyala. Jika dukungan moral dan politik dari dewan bisa bersinergi dengan kerja keras para pelatih dan atlet, masa depan olahraga Pati bisa jauh lebih cerah.
(ADV)














