PATI – Pemerintah Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi Evaluasi Gerai Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Rapat Koordinasi Tim Satgas Percepatan Investasi Kabupaten Pati di Ruang Kembang Joyo Setda Kabupaten Pati, Senin (25/5). Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus mempercepat realisasi investasi di Kabupaten Pati.
Rapat dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, jajaran Forkopimda, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda, instansi yang tergabung dalam gerai Mall Pelayanan Publik, serta sejumlah kepala OPD terkait.

Dalam arahannya, Chandra menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pati terus berupaya meningkatkan realisasi investasi melalui pengembangan berbagai sektor unggulan daerah.
Menurutnya, saat ini pemerintah daerah mulai membuka komunikasi dengan sejumlah investor yang tertarik menanamkan modal di Kabupaten Pati, salah satunya di sektor pelabuhan perikanan.
Ia menyebut, terdapat gabungan investor asal Tiongkok yang berencana membangun pelabuhan kapal ikan di Pelabuhan Ujung, Kecamatan Juwana.
“Ini sesuatu yang menggembirakan bagi perikanan Kabupaten Pati, karena mereka tidak hanya membangun infrastruktur terkait pelabuhan kapal tetapi juga menerima hasil dari perikanan Kabupaten Pati,” ujar Chandra.
Ia menilai tingginya minat investor masuk ke Kabupaten Pati harus diimbangi dengan kesiapan pelayanan publik yang optimal, terutama melalui Mall Pelayanan Publik dan Tim Satgas Percepatan Investasi.
“Jadi banyak yang ingin berinvestasi di Kabupaten Pati, makanya kesiapan dari mall pelayanan publik itu sangat penting, dan harapan kami Satgas ini bisa berjalan dengan baik,” tambahnya.
Pemkab Pati, lanjut Chandra, juga berkomitmen memberikan kemudahan pelayanan perizinan investasi, mulai dari Persetujuan Penggunaan Gedung (PPG), AMDAL, hingga berbagai dokumen pendukung lainnya agar investor merasa nyaman dalam menjalankan usahanya di Kabupaten Pati.
“Saya kira jika mereka terlayani dengan baik, mereka akan menularkan dan menginformasikan ke teman-teman perusahaan yang lain untuk berinvestasi di Kabupaten Pati,” ungkapnya.
Melalui penguatan pelayanan publik dan pembukaan peluang investasi baru tersebut, Pemerintah Kabupaten Pati optimistis target investasi daerah tahun 2026 dapat tercapai sesuai harapan.
(ADV)














