Menu

Mode Gelap
GMNI Kota Medan Demo di Depan Kantor DPRD, Soroti Rapor Merah Tata Kelola Pemerintahan DPD GMNI LAMPUNG MEMBUKA POSKO PENGADUAN MASYARAKAT : POLEMIK PROGRAM PUBLIK DAN PERSOALAN RAKYAT. GMNI Kota Medan Demo di Depan Kantor DPRD, Soroti Rapor Merah Tata Kelola Pemerintahan Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

Sarung Batik Asmaradana Pati Laris Manis Jelang Lebaran, Harga Mulai Rp 100 Ribu  

badge-check


					Sarung Batik Asmaradana Pati Laris Manis Jelang Lebaran, Harga Mulai Rp 100 Ribu   Perbesar

 

PATI– Menjelang Lebaran Idulfitri 1446 H, produk sarung dan kopiah batik dari Asmaradana Batik di Kelurahan Kalidoro, Pati, laris diburu masyarakat. UMKM yang dikelola Devi Rukmana (33) ini mencatat penjualan ratusan produk, terutama sarung batik, kopiah, dan sajadah.  

“Yang paling laris saat ini sarung, peci, dan sajadah travel. Harganya bervariasi, mulai Rp 60 ribu untuk kopiah, Rp 100 ribu untuk sarung, dan sajadah travel juga Rp 100 ribu—tapi sudah habis,” ujar Devi saat ditemui di rumah produksinya di Kelurahan Kalidoro, RT 4, RW 1, Kecamatan Pati, Selasa (25/3/2025).  

Sarung batik dua warna seharga Rp 100 ribu bahkan telah terjual 300 lembar dan kini stoknya habis. “Sekarang tinggal yang harga Rp 150 ribu ke atas,” tambah Devi, yang juga berprofesi sebagai guru honorer di SDN Poncomulyo, Sukolilo.  

Produk Asmaradana Batik dikenal dengan beragam motif, seperti burung cenderawasih dan udang kipas. Devi juga menerima pesanan custom sesuai keinginan pelanggan. Pembelinya tak hanya berasal dari Pati, tetapi juga luar kota seperti Jepara, yang banyak memesan via media sosial.  

Untuk memenuhi permintaan, Devi telah memproduksi sejak sebelum Ramadan dengan melibatkan tim pembatik di Pati. “Saya bekerja sama dengan 3-4 mitra pembatik,” jelasnya.  

Dia mengaku penjualan tahun ini melonjak dibanding tahun lalu. “Mungkin karena dulu produk saya belum terlalu dikenal. Tahun lalu, sarung batik yang terjual hanya 50-60 lembar saat Lebaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMNI Kota Medan Demo di Depan Kantor DPRD, Soroti Rapor Merah Tata Kelola Pemerintahan

22 Juni 2026 - 20:04 WIB

DPD GMNI LAMPUNG MEMBUKA POSKO PENGADUAN MASYARAKAT : POLEMIK PROGRAM PUBLIK DAN PERSOALAN RAKYAT.

22 Juni 2026 - 20:03 WIB

GMNI Kota Medan Demo di Depan Kantor DPRD, Soroti Rapor Merah Tata Kelola Pemerintahan

21 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Trending di Advertorial