Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Banyak Desa, Terlalu Sedikit Penyuluh: Muslikan Serap Aspirasi di Wedarijaksa

badge-check


					Banyak Desa, Terlalu Sedikit Penyuluh: Muslikan Serap Aspirasi di Wedarijaksa Perbesar

Pati, umbara.co.id – Dalam kunjungan kerjanya yang baru-baru ini dilakukan, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, Muslikan, mendengar langsung keluh kesah para pejuang pertanian ini. Mereka berbicara tanpa basa-basi, sebab realita di lapangan tak bisa lagi ditutupi.

“Sekarang satu orang penyuluh harus menangani tiga hingga empat desa. Padahal, tugas kami bukan hanya menulis laporan, tapi juga harus turun langsung ke lapangan, mendampingi petani dari awal tanam hingga panen,” ujar salah satu penyuluh dengan nada serius.

Mereka sepakat, beban kerja yang berlebihan tidak hanya melelahkan, tapi juga berdampak langsung pada kualitas layanan yang mereka berikan. Dalam sistem ideal, satu desa seharusnya ditangani oleh satu penyuluh. Itulah harapan mereka: rasio 1:1 agar pendampingan bisa dilakukan secara lebih intensif dan hasil pertanian meningkat.

Muslikan tampak menyimak dengan penuh perhatian. Ia tidak sekadar hadir sebagai pejabat, tetapi sebagai pihak yang mengerti betul bahwa nasib pertanian tak bisa ditentukan dari ruang rapat semata.

“Saya sangat memahami situasi yang disampaikan. Ini bukan sekadar soal kurang tenaga, tapi soal keberlangsungan sektor pertanian kita. Penyuluh adalah ujung tombak. Kalau mereka kewalahan, maka petani juga akan kesulitan,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Ia pun berkomitmen untuk membawa suara para penyuluh ini ke meja Pemerintah Daerah Kabupaten Pati. Tidak hanya menyampaikan, tetapi juga memastikan ada langkah nyata ke depan.

“Komisi B DPRD akan mengawal hal ini hingga ada kebijakan yang berpihak. Penambahan tenaga penyuluh bukan sekadar permintaan, tapi kebutuhan mendesak untuk menjaga produktivitas pertanian daerah,” tegas Muslikan.

Harapan kini menggantung pada langkah lanjutan pemerintah. Di tengah tantangan global dan tekanan terhadap sektor pangan, peran penyuluh pertanian tak pernah sepenting ini. Jika aspirasi ini benar-benar diwujudkan, maka Wedarijaksa bukan hanya akan punya lebih banyak penyuluh, tetapi juga masa depan pertanian yang lebih cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial