Menu

Mode Gelap
Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana Wagub Jateng Dorong Generasi Muda Lestarikan Wayang dan Karawitan

Advertorial

Bandang Suarakan Harapan: Gedung Kesenian Baru untuk Pati

badge-check


					Bandang Suarakan Harapan: Gedung Kesenian Baru untuk Pati Perbesar

Pati, umbara.co.id – Di tengah derap pembangunan infrastruktur yang terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati, suara dari dunia seni kembali mengemuka. Teguh Bandang Waluyo, Ketua Komisi D DPRD Pati, angkat bicara soal kebutuhan ruang ekspresi bagi para pelaku seni di daerahnya.

“Saya berharap ada gedung kesenian baru,” ucap Bandang penuh harap. “Tapi saya paham, hari ini Pak Bupati sedang fokus ke anggaran jalan dan jembatan.”

Meski demikian, Bandang tak menyerah. Ia tetap menyuarakan aspirasi yang datang dari komunitas seni lokal. Menurutnya, gedung kesenian yang lama tidak lagi layak menampung semangat dan kreativitas para seniman.

“Tempat yang dulu kurang memadahi,” katanya. “Saya berharap lokasi gedung baru bisa di selatan GOR Pesantenan, agar mudah diakses dan strategis.”

Bukan tanpa alasan Bandang begitu gigih menyuarakan hal ini. Aspirasi serupa telah lama datang dari komunitas seni mereka yang saban hari masih rutin melatih tari, memainkan gamelan, atau menyiapkan pertunjukan Tayub meski dalam keterbatasan.

“Aspirasi dari bawah banyak,” ungkap politisi dari PDIP itu. “Teman-teman kesenian ingin punya tempat yang layak. Wadah yang bisa digunakan untuk latihan, pertunjukan, dan pembinaan seni daerah.”

Bagi Bandang, membangun gedung kesenian bukan sekadar membangun fisik. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ruang hidup budaya. Maka, fasilitas penunjangnya pun harus lengkap dan relevan.

“Yang kita bicarakan bukan hanya bangunannya,” tandasnya. “Tapi juga fasilitasnya. Harus ada ruang untuk gamelan, wayang, dan seni-seni tradisional lainnya.”

Di tengah arus modernisasi, harapan akan hadirnya gedung kesenian ini menjadi simbol perlawanan kecil bahwa budaya lokal tetap layak diberi ruang, dijaga, dan diwariskan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ribuan Bibit Durian Musangking dan Blackthorn Mengalir ke Gunungwungkal

2 Januari 2026 - 20:21 WIB

Bupati Sudewo Tinjau Sentra Tape, Jeruk Pamelo, dan Kopi di Gembong

2 Januari 2026 - 20:05 WIB

Gerindra Pati Sambut 2026 dengan Komitmen Dukung Presiden Prabowo

31 Desember 2025 - 14:31 WIB

Kembang Api dan Keramaian Tahun Baru 2026 Dilarang di Pati

30 Desember 2025 - 08:08 WIB

Dorong Literasi Lingkungan, Bupati Kudus Resmikan Insinerator Sederhana

29 Desember 2025 - 16:11 WIB

Trending di Berita