Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Bandang Suarakan Harapan: Gedung Kesenian Baru untuk Pati

badge-check


					Bandang Suarakan Harapan: Gedung Kesenian Baru untuk Pati Perbesar

Pati, umbara.co.id – Di tengah derap pembangunan infrastruktur yang terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati, suara dari dunia seni kembali mengemuka. Teguh Bandang Waluyo, Ketua Komisi D DPRD Pati, angkat bicara soal kebutuhan ruang ekspresi bagi para pelaku seni di daerahnya.

“Saya berharap ada gedung kesenian baru,” ucap Bandang penuh harap. “Tapi saya paham, hari ini Pak Bupati sedang fokus ke anggaran jalan dan jembatan.”

Meski demikian, Bandang tak menyerah. Ia tetap menyuarakan aspirasi yang datang dari komunitas seni lokal. Menurutnya, gedung kesenian yang lama tidak lagi layak menampung semangat dan kreativitas para seniman.

“Tempat yang dulu kurang memadahi,” katanya. “Saya berharap lokasi gedung baru bisa di selatan GOR Pesantenan, agar mudah diakses dan strategis.”

Bukan tanpa alasan Bandang begitu gigih menyuarakan hal ini. Aspirasi serupa telah lama datang dari komunitas seni mereka yang saban hari masih rutin melatih tari, memainkan gamelan, atau menyiapkan pertunjukan Tayub meski dalam keterbatasan.

“Aspirasi dari bawah banyak,” ungkap politisi dari PDIP itu. “Teman-teman kesenian ingin punya tempat yang layak. Wadah yang bisa digunakan untuk latihan, pertunjukan, dan pembinaan seni daerah.”

Bagi Bandang, membangun gedung kesenian bukan sekadar membangun fisik. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ruang hidup budaya. Maka, fasilitas penunjangnya pun harus lengkap dan relevan.

“Yang kita bicarakan bukan hanya bangunannya,” tandasnya. “Tapi juga fasilitasnya. Harus ada ruang untuk gamelan, wayang, dan seni-seni tradisional lainnya.”

Di tengah arus modernisasi, harapan akan hadirnya gedung kesenian ini menjadi simbol perlawanan kecil bahwa budaya lokal tetap layak diberi ruang, dijaga, dan diwariskan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial