Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

Bandang Suarakan Harapan: Gedung Kesenian Baru untuk Pati

badge-check


					Bandang Suarakan Harapan: Gedung Kesenian Baru untuk Pati Perbesar

Pati, umbara.co.id – Di tengah derap pembangunan infrastruktur yang terus digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Pati, suara dari dunia seni kembali mengemuka. Teguh Bandang Waluyo, Ketua Komisi D DPRD Pati, angkat bicara soal kebutuhan ruang ekspresi bagi para pelaku seni di daerahnya.

“Saya berharap ada gedung kesenian baru,” ucap Bandang penuh harap. “Tapi saya paham, hari ini Pak Bupati sedang fokus ke anggaran jalan dan jembatan.”

Meski demikian, Bandang tak menyerah. Ia tetap menyuarakan aspirasi yang datang dari komunitas seni lokal. Menurutnya, gedung kesenian yang lama tidak lagi layak menampung semangat dan kreativitas para seniman.

“Tempat yang dulu kurang memadahi,” katanya. “Saya berharap lokasi gedung baru bisa di selatan GOR Pesantenan, agar mudah diakses dan strategis.”

Bukan tanpa alasan Bandang begitu gigih menyuarakan hal ini. Aspirasi serupa telah lama datang dari komunitas seni mereka yang saban hari masih rutin melatih tari, memainkan gamelan, atau menyiapkan pertunjukan Tayub meski dalam keterbatasan.

“Aspirasi dari bawah banyak,” ungkap politisi dari PDIP itu. “Teman-teman kesenian ingin punya tempat yang layak. Wadah yang bisa digunakan untuk latihan, pertunjukan, dan pembinaan seni daerah.”

Bagi Bandang, membangun gedung kesenian bukan sekadar membangun fisik. Lebih dari itu, ia melihatnya sebagai ruang hidup budaya. Maka, fasilitas penunjangnya pun harus lengkap dan relevan.

“Yang kita bicarakan bukan hanya bangunannya,” tandasnya. “Tapi juga fasilitasnya. Harus ada ruang untuk gamelan, wayang, dan seni-seni tradisional lainnya.”

Di tengah arus modernisasi, harapan akan hadirnya gedung kesenian ini menjadi simbol perlawanan kecil bahwa budaya lokal tetap layak diberi ruang, dijaga, dan diwariskan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial