Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Berita

Bupati Sudewo Optimis Sektor Pertanian Pati Akan Bangkit Lewat Kemitraan dan Inovasi

badge-check


					Bupati Sudewo Optimis Sektor Pertanian Pati Akan Bangkit Lewat Kemitraan dan Inovasi Perbesar

PATI – Bupati Pati, Sudewo, memberikan arahan dalam kegiatan Sosialisasi Kemitraan dan Inovasi Pertanian yang berlangsung di Ruang Penjawi, Sekretariat Daerah (Setda) Pati, pada Rabu (18/6/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mendorong kebangkitan sektor pertanian daerah melalui kolaborasi dan penerapan teknologi yang lebih maju.

Dalam kesempatan tersebut, Sudewo mengundang sejumlah kelompok tani dari berbagai komoditas unggulan, seperti bawang merah, padi, jeruk pamelo, terong jepang, hingga kacang-kacangan. Tujuannya, tak lain untuk membangkitkan kembali semangat petani dalam menggerakkan ekonomi daerah berbasis pertanian.

“Saya sedang mengumpulkan dan mengundang kelompok tani di berbagai komoditas. Itu semua saya dorong supaya mereka punya semangat untuk kebangkitan perekonomian,” ujar Sudewo di hadapan para peserta.

Sudewo juga menekankan pentingnya peningkatan produktivitas pertanian, khususnya dalam menghadapi tantangan pertanian modern. Ia menargetkan hasil panen minimal 10 ton per hektare sebagai capaian ideal.

“Semua petani ini harus bergerak, 10 ton minimal per 1 hektare harus tercapai. Ini kesempatan bagus bagi petani untuk maju,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa komoditas seperti bawang merah dan tembakau memiliki potensi besar jika dikembangkan secara tepat. Ia menilai tembakau sebagai salah satu solusi adaptif di musim kering, menggantikan komoditas yang tidak tahan kekurangan air.

“Solusi dari kekeringan yang sulit untuk ditanami padi atau palawija itu tembakau. Tembakau bagus untuk Kabupaten Pati,” katanya.

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan keberhasilan warga menanam durian sebanyak 6.510 batang, sebagai bukti bahwa pertanian hortikultura juga semakin berkembang di Pati.

Dengan dukungan mekanisasi pertanian, kemitraan yang kuat, dan sinergi antar pemangku kepentingan, Sudewo menyatakan optimisme bahwa sektor pertanian di Kabupaten Pati akan bangkit, mandiri, dan berdaya saing tinggi.

“Jika semua unsur bersinergi, saya yakin pertanian Pati akan bangkit dan menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial