Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Berita

DPRD Pati Dukung Suara Sopir Truk, Minta Pemerintah Tidak Tutup Mata Soal Zero ODOL

badge-check


					DPRD Pati Dukung Suara Sopir Truk, Minta Pemerintah Tidak Tutup Mata Soal Zero ODOL Perbesar

Pati, umbara.co.id – Suara keras para sopir truk di Pati yang menolak kebijakan Zero Over Dimension Over Load (ODOL) akhirnya sampai ke telinga wakil rakyat. Anggota DPRD Kabupaten Pati, Mukit, turun langsung menemui para sopir yang menggelar aksi di dua titik Jalan Lingkar Selatan, Kamis (19/6/2025) siang.

Di tengah deretan truk dan spanduk penuh keluhan, Mukit menyatakan dukungannya atas aspirasi para sopir logistik. Ia menilai protes ini bukan sekadar keluhan sepihak, melainkan jeritan rakyat kecil yang merasa ditekan oleh kebijakan pusat.

“Jangan anggap sepele suara sopir truk. Mereka bagian penting dari rantai distribusi pangan. Kalau mereka keberatan, berarti ada yang salah dalam cara kita menerapkan aturan,” tegas Mukit.

Politisi Partai Demokrat itu menilai kebijakan Zero ODOL perlu dikaji ulang dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, bukan hanya berdasarkan angka dan rumus di atas meja.

“Kalau aturan ini terlalu memberatkan, tentu perlu ditinjau kembali. Tidak semua daerah punya kondisi yang sama. Pemerintah pusat harus buka mata,” ujarnya.

Mukit bahkan membuka pintu lebar bagi para sopir untuk menyampaikan keluhan secara langsung ke DPRD. Ia berjanji akan mengawal suara mereka hingga ke pusat pengambil kebijakan.

“Saya minta perwakilan sopir datang ke DPRD. Sampaikan semua unek-unek secara resmi. Kami siap bantu perjuangkan ke tingkat pusat,” katanya.

Menurut Mukit, protes yang berlangsung damai ini seharusnya menjadi peringatan bagi pemerintah untuk tidak mengambil kebijakan secara sepihak tanpa mendengar realitas di lapangan.

“Ini bukan semata soal sopir truk. Ini soal logistik nasional, soal harga kebutuhan pokok, soal keberlangsungan ekonomi rakyat kecil,” tandasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial