Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Berita

Camat dan Kapolsek Juwana Satu Suara: Premanisme Harus Dihilangkan dari Pati

badge-check


					Camat dan Kapolsek Juwana Satu Suara: Premanisme Harus Dihilangkan dari Pati Perbesar

Pati – Ratusan warga yang tergabung dalam Aksi Solidaritas Pati Timur Cinta Damai menggelar aksi damai di Alun-Alun Juwana, Kabupaten Pati, Senin (13/10/2025). Dalam aksi tersebut, massa menuntut Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati agar segera mengusut tuntas kasus pengeroyokan dan pembakaran rumah milik Teguh Istiyanto, tokoh Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).

Selain masyarakat, aksi ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah. Camat Juwana Sunaryo dan Kapolsek Juwana AKP Mudofar turut naik ke podium menemui massa dan bahkan ikut menandatangani petisi dukungan untuk penegakan hukum dan pemberantasan premanisme di Pati.

Dalam orasinya, Camat Juwana Sunaryo menyampaikan dukungannya terhadap aksi damai masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah menolak segala bentuk kekerasan dan premanisme yang mencederai rasa aman warga.

“Kami peduli terhadap pemerintah dan masyarakat terkait kekerasan serta premanisme. Negara kita adalah negara hukum yang melindungi dan mengayomi seluruh warga negara Indonesia. Maka dari itu, kekerasan dan premanisme harus dihilangkan, baik di Indonesia, di Kabupaten Pati, maupun di Juwana,” tegas Sunaryo di hadapan peserta aksi.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan menjaga kedamaian di Pati, tanpa saling bermusuhan.

“Sudah selayaknya Kabupaten Pati maju, dan Kecamatan Juwana damai. Dengan rasa kebersamaan, kekompakan, dan harmonisasi, mari kita tunjukkan bahwa kita semua bersaudara untuk menciptakan Juwana dan Kabupaten Pati yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Juwana AKP Mudofar menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen menegakkan hukum dan tidak akan membiarkan aksi premanisme terjadi di wilayah hukumnya.

“Polisi sudah jelas tugasnya, salah satunya adalah penegakan hukum. Dalam hal ini kami akan mengusut tuntas para pelaku premanisme,” ujarnya.

AKP Mudofar menekankan bahwa setiap tindakan premanisme merupakan pelanggaran hukum yang harus ditindak secara tegas.

“Preman adalah orangnya, premanisme adalah tindakannya. Segala tindakan premanisme melanggar hukum, berarti harus ditindak tegas,” tegasnya di hadapan massa aksi.

Aksi damai yang digelar oleh Aksi Solidaritas Pati Timur Cinta Damai ini berjalan tertib hingga akhir. Peserta aksi membubarkan diri dengan tertib setelah menyerahkan petisi kepada aparat dan menyanyikan lagu kebangsaan sebagai simbol persatuan.

Dengan dukungan dari pemerintah kecamatan dan kepolisian, masyarakat berharap agar kasus kekerasan dan pembakaran rumah Teguh Istiyanto dapat segera dituntaskan secara adil dan transparan, serta menjadi momentum untuk menghapus praktik premanisme di Kabupaten Pati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial