Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Mbak Ning Dorong Evaluasi Regrouping Sekolah, Jaga Kualitas Pembelajaran di Pati

badge-check


					Mbak Ning Dorong Evaluasi Regrouping Sekolah, Jaga Kualitas Pembelajaran di Pati Perbesar

PATI, umbara.co.id – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar, Endah Sri Wahyuningati yang akrab disapa Mbak Ning, mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan regrouping sekolah dasar yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.

Menurut Mbak Ning, kebijakan regrouping perlu diawasi dan dievaluasi secara berkelanjutan agar tidak berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Regrouping memang bertujuan untuk efisiensi, tetapi jangan sampai justru menurunkan kualitas pendidikan. Ini yang harus benar-benar dikawal,” ujarnya.

Ia menyoroti potensi permasalahan yang muncul pasca regrouping, seperti bertambahnya jumlah rombongan belajar (rombel) dan ketimpangan jumlah ruang kelas dalam satu sekolah. Kondisi tersebut dinilai berisiko mengganggu efektivitas proses belajar mengajar.

“Kalau jumlah siswa dalam satu kelas terlalu padat atau fasilitas tidak seimbang, tentu akan berdampak pada kenyamanan dan kualitas belajar siswa,” jelasnya.

Mbak Ning menegaskan, Komisi D akan mendorong OPD terkait untuk melakukan pembinaan dan monitoring secara intensif terhadap sekolah-sekolah yang terdampak kebijakan tersebut.

“Kami ingin setiap kebijakan pendidikan benar-benar memberikan dampak positif. Evaluasi harus dilakukan secara serius, berbasis data, dan menyentuh kondisi riil di lapangan,” tegasnya.

Ia berharap, melalui evaluasi yang tepat, kebijakan regrouping dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kualitas pendidikan di Kabupaten Pati.

“Efisiensi itu penting, tapi kualitas pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial