Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Pati Pastikan 61 Desa Masuk Persiapan Pilkades Serentak 2027 Komisi D DPRD Pati Pastikan Polemik TK Pertiwi Tegalharjo Diselesaikan Lewat Mediasi DPRD Pati: Ormas Harus Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah Kenaikan Insentif RT/RW, DPRD Pati Soroti Kapasitas Fiskal Daerah Narso Dorong Pemerintahan Desa Lebih Terbuka dan Akuntabel Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

Advertorial

Mbak Ning Dorong Evaluasi Regrouping Sekolah, Jaga Kualitas Pembelajaran di Pati

badge-check


					Mbak Ning Dorong Evaluasi Regrouping Sekolah, Jaga Kualitas Pembelajaran di Pati Perbesar

PATI, umbara.co.id – Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar, Endah Sri Wahyuningati yang akrab disapa Mbak Ning, mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan regrouping sekolah dasar yang telah dilaksanakan pada tahun 2025.

Menurut Mbak Ning, kebijakan regrouping perlu diawasi dan dievaluasi secara berkelanjutan agar tidak berdampak pada penurunan kualitas pembelajaran di sekolah.

“Regrouping memang bertujuan untuk efisiensi, tetapi jangan sampai justru menurunkan kualitas pendidikan. Ini yang harus benar-benar dikawal,” ujarnya.

Ia menyoroti potensi permasalahan yang muncul pasca regrouping, seperti bertambahnya jumlah rombongan belajar (rombel) dan ketimpangan jumlah ruang kelas dalam satu sekolah. Kondisi tersebut dinilai berisiko mengganggu efektivitas proses belajar mengajar.

“Kalau jumlah siswa dalam satu kelas terlalu padat atau fasilitas tidak seimbang, tentu akan berdampak pada kenyamanan dan kualitas belajar siswa,” jelasnya.

Mbak Ning menegaskan, Komisi D akan mendorong OPD terkait untuk melakukan pembinaan dan monitoring secara intensif terhadap sekolah-sekolah yang terdampak kebijakan tersebut.

“Kami ingin setiap kebijakan pendidikan benar-benar memberikan dampak positif. Evaluasi harus dilakukan secara serius, berbasis data, dan menyentuh kondisi riil di lapangan,” tegasnya.

Ia berharap, melalui evaluasi yang tepat, kebijakan regrouping dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kualitas pendidikan di Kabupaten Pati.

“Efisiensi itu penting, tapi kualitas pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Pati Pastikan 61 Desa Masuk Persiapan Pilkades Serentak 2027

3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Komisi D DPRD Pati Pastikan Polemik TK Pertiwi Tegalharjo Diselesaikan Lewat Mediasi

3 Oktober 2026 - 13:19 WIB

DPRD Pati: Ormas Harus Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah

3 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Kenaikan Insentif RT/RW, DPRD Pati Soroti Kapasitas Fiskal Daerah

3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Narso Dorong Pemerintahan Desa Lebih Terbuka dan Akuntabel

3 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Trending di Advertorial