Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Advertorial

Balai Desa Jembangan Sepi Saat Sidak, Komisi A DPRD Pati Angkat Bicara

badge-check


					Balai Desa Jembangan Sepi Saat Sidak, Komisi A DPRD Pati Angkat Bicara Perbesar

Pati, umbara.co.id – Suasana Balai Desa Jembangan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, tampak tak seperti kantor pemerintahan desa pada umumnya. Senin pagi, 26 Mei 2025, hanya satu orang yang terlihat berjaga di sana: Kaur Kesra, yang tengah piket seorang diri. Selebihnya, kosong.

Temuan ini terjadi saat Komisi A DPRD Kabupaten Pati melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor desa tersebut. Wakil Ketua Komisi A, H. Suwarno, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mempertanyakan komitmen para perangkat desa dalam menjalankan tugasnya, terlebih meskipun kantor sedang direnovasi, pelayanan publik seharusnya tetap berjalan.

“Tidak punya alasan pekerjaan untuk piket dengan adanya Balai Desa yang direnovasi,” kritik Suwarno.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, meski pelayanan nyaris tak berjalan, hak-hak keuangan perangkat desa disebut tetap mengalir lancar. Siltap (penghasilan tetap) dan bengkok masih mereka terima, namun tanggung jawab tidak sebanding dengan hak yang dinikmati.

“Bengkoknya, siltapnya masih dinikmati mereka, tapi kalau diatur piket ya nggak pas lah,” lanjut politisi dari Fraksi PDIP ini.

Sidak ini, menurut Suwarno, bukan sekadar kunjungan biasa. Temuan di lapangan akan dibawa ke meja evaluasi. Komisi A berencana menyampaikan hasilnya kepada Camat Batangan dan juga Inspektorat Kabupaten.

“Ini sebagai bahan evaluasi akan kita sampaikan pada Pak Camat dan Inspektorat,” ujarnya.

Ia berharap, hasil dari sidak ini bisa menjadi momentum untuk perbaikan. Kepala desa dan seluruh perangkatnya diharapkan bisa kembali aktif dan menjalankan fungsi mereka secara optimal.

“Nantinya akan jadi bahan kajian selanjutnya, kepala desa dan perangkat desanya lebih aktif kembali,” tegas Suwarno.

Kasus Balai Desa Jembangan menjadi potret kecil dari persoalan kedisiplinan aparatur desa yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di banyak daerah. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, absennya perangkat bukan hanya soal ketidakhadiran, tapi juga soal komitmen.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial