Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Berita

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Pondasi Jembatan di Desa Pelemgede Rusak

badge-check


					Curah Hujan Tinggi Sebabkan Pondasi Jembatan di Desa Pelemgede Rusak Perbesar

Pati – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Pucakwangi pada Kamis (23/10) menyebabkan pondasi jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, mengalami kerusakan. Pondasi tanggul di sisi jembatan tersebut ambrol setelah tidak mampu menahan volume air yang meningkat drastis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, jembatan tersebut merupakan proyek penggantian jembatan pada ruas jalan Sukopuluhan–Mencon, Kecamatan Pucakwangi, yang dikerjakan oleh CV Aji Karya Mukti. Sesuai papan proyek, pekerjaan dimulai pada 15 Mei 2025 dengan anggaran APBD Tahun 2025 sebesar lebih dari Rp1,8 miliar. Proyek ini memiliki jangka waktu pelaksanaan 150 hari kalender berdasarkan SPMK Nomor 630/4676/2025 tertanggal 15 Mei 2025.

Kepala Desa Pelemgede, Hadi Mustamar, saat dikonfirmasi pada Jumat (24/10) membenarkan adanya kerusakan pada jembatan tersebut.

“Pondasi tanggul samping yang rusak. Semalam sudah saya laporkan kepada Pak Bupati, dan rencananya hari ini langsung ditangani,” ujarnya.

Hadi menambahkan, jembatan itu semula dijadwalkan akan diresmikan oleh Bupati dalam waktu dekat. Namun, peresmian terpaksa ditunda karena kondisi tanggul yang jebol.

“Kemungkinan pondasinya kurang maksimal, ditambah curah hujan tiga hari terakhir cukup lebat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Pati Hasto Utomo menyampaikan hasil peninjauan di lokasi pada Jumat (24/10).

“Saya baru kembali dari lokasi. Terdapat kerusakan berupa ambrol pada talud opritan dan talud jembatan. Namun secara struktur, jembatan dalam kondisi aman,” jelas Hasto.

Ia menambahkan, debit air yang tinggi akibat hujan lebat menjadi faktor utama penyebab kerusakan tersebut. Selain itu, urugan tanah pilihan yang masih baru mengalami penurunan setelah tergerus derasnya aliran air.

“Talud terdorong air hingga ambrol. Saat ini proses perbaikan talud dan pemadatan urugan sedang dimaksimalkan,” katanya.

Hasto menegaskan bahwa perbaikan dilakukan langsung oleh pihak penyedia karena proyek masih dalam masa pemeliharaan.

“Pekerjaan ini masih menjadi tanggung jawab penyedia karena masih dalam masa pemeliharaan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial