Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Berita

Dinkes Pati Gencarkan Penanganan Stunting Lewat Posyandu dan Puskesmas

badge-check


					Dinkes Pati Gencarkan Penanganan Stunting Lewat Posyandu dan Puskesmas Perbesar

PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati terus berupaya menekan angka stunting melalui optimalisasi peran Puskesmas dan program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari program nasional yang menargetkan penurunan prevalensi stunting secara bertahap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pati, Luky Pratugas Narimo, menyebutkan bahwa Puskesmas merupakan garda terdepan dalam penanganan stunting sekaligus pemberi layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Itu jelas, kalau stunting kan sudah program lama, tahunan. Ini sudah menjadi program pusat. Prevalensinya juga didorong untuk terus mengalami penurunan. Ditambah lagi saat ini Presiden sedang menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG),” ujar Luky usai menghadiri pelantikan Ketua dan Pengurus PMI Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten, Rabu (25/6/2025) siang.

Dinkes Pati, lanjut Luky, secara rutin melakukan koordinasi lintas sektor dalam upaya pengentasan stunting. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting di Bumi Mina Tani sejauh ini berjalan lancar dan menunjukkan tren positif.

“Penanganan stunting kemarin juga kita bahas dalam rapat di Hotel New Merdeka. Dan nanti akan ada rapat lanjutan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Pati tercatat sebesar 18,5 persen. Sementara itu, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan angka penurunan menjadi 16,5 persen. Artinya, terjadi penurunan prevalensi sebesar 2 persen dalam setahun.

“Untuk stunting, tidak ada masalah di Pati. Prevalensinya cenderung mengalami penurunan,” pungkas Luky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial