Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Berita

Dinkes Pati Gencarkan Penanganan Stunting Lewat Posyandu dan Puskesmas

badge-check


					Dinkes Pati Gencarkan Penanganan Stunting Lewat Posyandu dan Puskesmas Perbesar

PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati terus berupaya menekan angka stunting melalui optimalisasi peran Puskesmas dan program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari program nasional yang menargetkan penurunan prevalensi stunting secara bertahap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pati, Luky Pratugas Narimo, menyebutkan bahwa Puskesmas merupakan garda terdepan dalam penanganan stunting sekaligus pemberi layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Itu jelas, kalau stunting kan sudah program lama, tahunan. Ini sudah menjadi program pusat. Prevalensinya juga didorong untuk terus mengalami penurunan. Ditambah lagi saat ini Presiden sedang menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG),” ujar Luky usai menghadiri pelantikan Ketua dan Pengurus PMI Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten, Rabu (25/6/2025) siang.

Dinkes Pati, lanjut Luky, secara rutin melakukan koordinasi lintas sektor dalam upaya pengentasan stunting. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting di Bumi Mina Tani sejauh ini berjalan lancar dan menunjukkan tren positif.

“Penanganan stunting kemarin juga kita bahas dalam rapat di Hotel New Merdeka. Dan nanti akan ada rapat lanjutan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Pati tercatat sebesar 18,5 persen. Sementara itu, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan angka penurunan menjadi 16,5 persen. Artinya, terjadi penurunan prevalensi sebesar 2 persen dalam setahun.

“Untuk stunting, tidak ada masalah di Pati. Prevalensinya cenderung mengalami penurunan,” pungkas Luky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial