Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Berita

Dinkes Pati Gencarkan Penanganan Stunting Lewat Posyandu dan Puskesmas

badge-check


					Dinkes Pati Gencarkan Penanganan Stunting Lewat Posyandu dan Puskesmas Perbesar

PATI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati terus berupaya menekan angka stunting melalui optimalisasi peran Puskesmas dan program Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari program nasional yang menargetkan penurunan prevalensi stunting secara bertahap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Pati, Luky Pratugas Narimo, menyebutkan bahwa Puskesmas merupakan garda terdepan dalam penanganan stunting sekaligus pemberi layanan kesehatan kepada masyarakat.

“Itu jelas, kalau stunting kan sudah program lama, tahunan. Ini sudah menjadi program pusat. Prevalensinya juga didorong untuk terus mengalami penurunan. Ditambah lagi saat ini Presiden sedang menggencarkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG),” ujar Luky usai menghadiri pelantikan Ketua dan Pengurus PMI Kabupaten Pati di Pendopo Kabupaten, Rabu (25/6/2025) siang.

Dinkes Pati, lanjut Luky, secara rutin melakukan koordinasi lintas sektor dalam upaya pengentasan stunting. Ia menegaskan bahwa penanganan stunting di Bumi Mina Tani sejauh ini berjalan lancar dan menunjukkan tren positif.

“Penanganan stunting kemarin juga kita bahas dalam rapat di Hotel New Merdeka. Dan nanti akan ada rapat lanjutan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Pati tercatat sebesar 18,5 persen. Sementara itu, Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan angka penurunan menjadi 16,5 persen. Artinya, terjadi penurunan prevalensi sebesar 2 persen dalam setahun.

“Untuk stunting, tidak ada masalah di Pati. Prevalensinya cenderung mengalami penurunan,” pungkas Luky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial