Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Berita

Joni Kurnianto: Kami Kecewa, Jembatan Rp 1,8 Miliar Tidak Kokoh

badge-check


					Joni Kurnianto: Kami Kecewa, Jembatan Rp 1,8 Miliar Tidak Kokoh Perbesar

PATI – Pembangunan jembatan di Dukuh Kudur, Desa Pelemgede, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati menjadi sorotan publik. Pasalnya, jembatan yang dibangun menggunakan anggaran sebesar Rp 1,8 miliar lebih dari APBD tahun 2025 itu ambrol setelah diterjang banjir, padahal rencananya baru akan diresmikan oleh Bupati Pati, Sudewo.

Menanggapi hal tersebut, Komisi C DPRD Kabupaten Pati langsung turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Jumat (24/10/2025). Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto, menyampaikan bahwa kondisi jembatan yang rusak jauh lebih parah dari yang terlihat di video yang beredar sebelumnya.

“Kita melihat kondisi di lapangan ternyata kerusakan jembatan itu jauh lebih parah dari yang kami lihat kemarin di video,” ungkap Joni.

Ia menilai, konstruksi jembatan tersebut tidak kokoh. Menurutnya, bagian penahan jembatan tampak tidak cukup kuat untuk menahan beban berat.

“Kami akan melihat kembali bagaimana perencanaannya di DPUTR, karena terus terang kami merasa sangat kecewa,” ujarnya.

Joni juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati untuk memberikan penjelasan secara detail terkait perencanaan pembangunan jembatan tersebut.

“DPUTR harus bisa menjelaskan perencanaan pembangunan pada jembatan itu,” tegasnya.

Hal senada disampaikan anggota Komisi C DPRD Pati, Suyono. Ia mengatakan pihaknya akan menelusuri lebih lanjut apakah kerusakan jembatan disebabkan oleh kesalahan perencanaan atau pelaksanaan oleh pihak kontraktor.

“Saya tidak mau langsung menyalahkan siapa pun, tapi kalau dilihat secara langsung, kemungkinan besar ada masalah di perencanaan atau di pihak kontraktor yang nakal,” katanya.

Suyono juga menilai bahwa konstruksi jembatan tersebut memang tidak kuat sejak awal.

“Yang jelas, konstruksi pada jembatan ini tidak kuat, saya yakin betul itu. Tadi saya sendiri merasa khawatir saat berdiri di atas jembatan,” tandasnya.

Diketahui, sidak tersebut dilakukan oleh tiga anggota Komisi C DPRD Pati, yakni Joni Kurnianto, Suyono, dan Jaza Khoerul Sofyan, setelah mereka menerima laporan terkait jembatan yang ambrol tersebut. Padahal, jembatan yang baru saja rampung itu sebelumnya dijadwalkan akan diresmikan oleh Bupati Pati dalam waktu dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial