Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Ketua Komisi B DPRD Pati Soroti Pentingnya Regenerasi Petani Kelapa Kopyor

badge-check


					Ketua Komisi B DPRD Pati Soroti Pentingnya Regenerasi Petani Kelapa Kopyor Perbesar

PATI – Regenerasi petani menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Pati dalam upaya menjaga keberlanjutan pengembangan kelapa kopyor. Minimnya keterlibatan generasi muda di sektor pertanian dinilai dapat mengancam keberlangsungan komoditas unggulan tersebut di masa mendatang.

Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, mengatakan kelapa kopyor telah menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat yang perlu dijaga keberlanjutannya. Namun, kondisi saat ini menunjukkan sebagian besar petani kelapa kopyor sudah berusia lanjut.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu menyiapkan program yang mampu menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.

“Regenerasi petani tidak bisa ditunda. Kalau anak-anak muda tidak mulai tertarik bertani, maka beberapa tahun ke depan kita akan kesulitan mencari penerus yang mengelola komoditas unggulan seperti kelapa kopyor,” ujarnya.

Muslihan menilai sektor pertanian saat ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi usaha yang modern dan menguntungkan. Karena itu, pola pikir generasi muda terhadap profesi petani harus mulai diubah.

Ia mendorong adanya pelatihan berbasis teknologi pertanian, digitalisasi pemasaran, hingga penguatan akses permodalan bagi petani milenial.

“Anak muda harus melihat pertanian sebagai sektor bisnis yang menjanjikan, bukan sekadar pekerjaan tradisional. Kelapa kopyor memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang pasarnya masih sangat terbuka,” katanya.

Menurut Muslihan, keberhasilan regenerasi petani akan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian daerah sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pedesaan.

“Kalau kita gagal menyiapkan generasi penerus, maka potensi besar yang dimiliki Kabupaten Pati bisa hilang perlahan. Karena itu regenerasi petani harus menjadi agenda prioritas,” tegasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial