Menu ✖

Mode Gelap
Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

Berita

Kirab Budaya dan Kuliner Tradisional Ramaikan Haul Leluhur Panjunan

badge-check


					Kirab Budaya dan Kuliner Tradisional Ramaikan Haul Leluhur Panjunan Perbesar

Pati – Suasana Desa Panjunan, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati berubah semarak pada Minggu (6/7), dalam rangkaian peringatan Haul Mbah Nyai Ratu, Mbah Rono Ngarinah, dan Mbah Kartosuro. Agenda tahunan yang rutin digelar setiap tanggal 10 Suro (penanggalan Hijriyah) itu diwarnai dengan berbagai kegiatan keagamaan, budaya, dan hiburan rakyat.

Tri Widodo, Ketua Panitia Haul, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat Desa Panjunan untuk mengenang dan menghormati tokoh leluhur mereka. “Setiap malam 10 Suro, kita rutin mengadakan pengajian dan santunan bagi anak yatim piatu di Desa Panjunan,” terangnya.

Namun ada yang berbeda pada peringatan tahun ini. Haul 2025 menjadi lebih meriah dengan tambahan kegiatan Pasar Rakyat dan lomba pencarian bakat bertajuk Panjunan Mencari Bakat, yang diikuti oleh warga dari berbagai RT di desa tersebut.

Tak hanya itu, agenda kirab budaya pun digelar secara semarak. “Kirab budaya kali ini diikuti oleh 17 RT dan 1 RW dari Dukuh Ngeluk, juga dari TK Karana, TPQ, perangkat desa serta lembaga-lembaga lain di Panjunan,” jelas Tri.

Menurutnya, kirab budaya memang digelar dua tahun sekali. Sedangkan pasar rakyat yang baru pertama kali diadakan tahun ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. “Hasil survei panitia, antusiasme masyarakat sangat bagus. Ke depan, mungkin akan diagendakan rutin, bisa saat 17 Agustusan atau menjelang Haul, dan kemungkinan diperpanjang dua sampai tiga hari,” tambahnya.

Uniknya, konsep pasar rakyat kali ini mengusung tema makanan tradisional. Warga diajak bernostalgia dengan kuliner jadul yang sudah jarang ditemui.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan HC, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi tinggi. Ia mengaku senang dapat mengikuti kirab budaya sekaligus memborong jajanan pasar tradisional.

“Bagus konsepnya, jadi kita bisa mengenang kembali makanan-makanan khas tempo dulu. Saya berharap ke depan acara haul seperti ini semakin meriah dan menjadi ikon desa Panjunan,” ujarnya.

Puncak acara berlangsung meriah dengan masyarakat tumpah ruah memadati area punden Mbah Ratu dan lokasi pasar rakyat, menjadikan peringatan haul ini tak sekadar ritual keagamaan, namun juga momentum memperkuat kebersamaan dan identitas budaya warga Panjunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

Trending di Berita