PATI, umbara.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Pati, Muntamah, menilai pendidikan formal dan pendidikan pesantren merupakan dua sistem yang saling melengkapi dalam membentuk generasi muda. Menurutnya, sekolah umum memberikan bekal ilmu pengetahuan, sedangkan pesantren memperkuat nilai-nilai agama dan karakter.
Ia mengatakan, anggapan bahwa sekolah dan pesantren berjalan sendiri-sendiri sudah tidak relevan. Justru, ketika keduanya dipadukan, anak akan memiliki bekal akademik sekaligus moral yang kuat.
“Dengan sekolah umum sebetulnya menurut saya itu materi pendidikan yaitu di bidang ilmu pengetahuan. Di pesantren juga tidak menutup anak-anak itu hanya pendidikan agama, kan ada materi umum,” ujar Muntamah.
Politisi tersebut menuturkan, pola pendidikan seperti itu telah diterapkannya kepada anak-anaknya. Mereka menempuh pendidikan SMA di kota pada siang hari, kemudian malam hari mengikuti kegiatan mengaji di pesantren.
“Kalau siang itu di sekolah, malamnya harus ngaji di pesantren. Rumah saya itu desa, untuk mencari SMA yang maju itu kan di kota. Jadi anak saya wajib kos,” katanya.
Menurut Muntamah, kolaborasi sekolah dan pesantren mampu mencetak generasi yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kematangan spiritual.
Ia menambahkan, tantangan perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi saat ini membuat pendidikan karakter menjadi kebutuhan yang tidak kalah penting dibandingkan prestasi akademik.
“Anak-anak sekarang menghadapi tantangan yang jauh lebih besar. Karena itu mereka harus dibekali ilmu pengetahuan sekaligus pondasi agama yang kuat, sehingga mampu memilah mana yang baik dan mana yang tidak,” tambahnya.
Muntamah berharap semakin banyak orang tua yang tidak melihat sekolah dan pesantren sebagai dua pilihan yang harus dipertentangkan. Menurutnya, keduanya justru dapat berjalan beriringan demi mencetak generasi yang cerdas, berintegritas, dan siap menghadapi masa depan.
(ADV)














