Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Truk Parkir Sembarangan Dikeluhkan, DPRD Pati Siap Dorong Solusi Lahan di Margorejo

badge-check


					Truk Parkir Sembarangan Dikeluhkan, DPRD Pati Siap Dorong Solusi Lahan di Margorejo Perbesar

PATI, umbara.co.id — Keluhan para sopir truk terkait tidak tersedianya lokasi parkir resmi atau pangkalan truk di Kabupaten Pati semakin santer terdengar. Tak sedikit kendaraan berat yang akhirnya terpaksa berhenti di tepi jalan, memicu potensi kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan bahwa sebenarnya upaya mengatasi persoalan tersebut sudah sempat digagas sejak beberapa waktu lalu.

“Sudah pernah kita rencanakan, khususnya soal pengelolaan parkir. Dulu, ada wacana kerja sama dengan desa di wilayah Margorejo, tepatnya di kawasan Lingkar. Di sana ada tanah milik desa, namanya Bondo Deso, yang sempat kita lirik sebagai lokasi potensial,” ungkap Bandang.

Namun, rencana tersebut hingga kini belum berbuah hasil. Teguh mengaku pihaknya telah berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk desa dan jajaran pemerintah daerah.

“Saat itu kita sudah undang pihak desa dan pemerintah daerah, dalam hal ini diwakili oleh asisten. Kita duduk bareng, diskusi bareng. Tapi, entah kenapa sampai sekarang belum ada perkembangan berarti,” lanjutnya.

Meski sudah dua kali menginisiasi pertemuan, Teguh menyayangkan belum ada langkah konkret yang diambil. Ia menduga, belum adanya keputusan saat itu mungkin karena posisi bupati yang masih berstatus Penjabat (PJ).

“Kami ini hanya ingin supaya program kerja sama itu difasilitasi. Pak Asisten waktu itu tinggal teruskan ke Pak Bupati, tapi mungkin karena masih PJ, belum bisa ambil keputusan besar,” jelas politisi dari PDI Perjuangan ini.

Kini, dengan dilantiknya bupati definitif, Teguh optimistis rencana tersebut bisa dihidupkan kembali. Menurutnya, keberadaan tempat parkir resmi tidak hanya penting untuk kenyamanan sopir, tapi juga untuk ketertiban dan keselamatan lalu lintas.

“Daripada dibiarkan parkir sembarangan di pinggir jalan, yang rawan bahaya, lebih baik diarahkan ke tempat khusus. Ini soal keselamatan dan juga keteraturan kota,” tegasnya.

Bandang memastikan pihaknya akan kembali mendorong wacana kerja sama dengan desa, agar persoalan klasik ini bisa segera teratasi secara permanen.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial