Menu

Mode Gelap
GMNI Kota Medan Demo di Depan Kantor DPRD, Soroti Rapor Merah Tata Kelola Pemerintahan Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

Berita

Warga Ketitangwetan Gelar Tradisi Makan Bersama di Tambak Sambut Ramadan 1446 H

badge-check


					Warga Ketitangwetan Gelar Tradisi Makan Bersama di Tambak Sambut Ramadan 1446 H Perbesar

Pati, Jawa Tengah – Kurang dari sepekan lagi, umat Islam di seluruh dunia akan menyambut bulan suci Ramadan. Di Indonesia, berbagai tradisi unik dilakukan masyarakat untuk menyambut bulan penuh berkah ini. Salah satunya adalah tradisi makan bersama di tambak yang digelar oleh warga Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Pati, Jawa Tengah. Tradisi ini telah dilestarikan turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Sebelum memasuki bulan Ramadan, warga Ketitangwetan berkumpul di sekitar tambak untuk menyantap hidangan bersama. Menu utama yang disajikan adalah ikan bandeng segar hasil panen dari tambak mereka. Ikan bandeng tersebut diolah menjadi dua hidangan khas, yaitu bandeng kuah dan bandeng bakar, yang disantap bersama di pondok tambak.

Tradisi ini bukan sekadar acara makan bersama, melainkan juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Meski terlihat sederhana, suasana kekeluargaan yang terjalin membuat hidangan terasa lebih nikmat. Warga meyakini bahwa tradisi ini merupakan warisan leluhur yang harus terus dilestarikan sebagai bentuk syukur atas kesehatan dan rezeki yang diberikan selama setahun.

Menurut salah seorang warga, tradisi makan bersama di tambak menjelang Ramadan telah berlangsung sejak lama dan tidak pernah dilupakan oleh masyarakat pesisir Pantura, khususnya di Desa Ketitangwetan. “Ini adalah wujud syukur kami kepada Allah SWT atas segala nikmat yang diberikan. Semoga di bulan Ramadan nanti, kami diberikan kelancaran dalam beribadah dan rezeki yang berlimpah,” ujarnya.

Tradisi ini tidak hanya menjadi sarana untuk melestarikan budaya nenek moyang, tetapi juga mengingatkan warga akan pentingnya bersyukur dan menjaga kebersamaan. Dengan semangat tersebut, warga Ketitangwetan berharap dapat menjalankan ibadah puasa dengan penuh keberkahan di bulan Ramadan 1446 H.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMNI Kota Medan Demo di Depan Kantor DPRD, Soroti Rapor Merah Tata Kelola Pemerintahan

21 Juni 2026 - 16:44 WIB

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Trending di Advertorial