PATI, umbara.co.id — Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Pati menegaskan pentingnya percepatan program normalisasi sungai sebagai salah satu poin krusial dalam menanggapi Penjelasan Bupati atas Rancangan Perda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.
Melalui Ketua Fraksi, Joni Kurnianto, Demokrat menyoroti kondisi sungai-sungai yang saat ini mengalami pendangkalan dan penyempitan, khususnya aliran sungai mulai dari Bendungan Sumedang di Desa Tlogorejo, Kecamatan Winong, hingga Desa Sendangsoko, Kecamatan Jakenan.

“Kondisi sungai yang dangkal dan menyempit ini bukan hanya mengancam lingkungan, tapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Jika dibiarkan, risiko banjir terus menghantui petani dan warga sekitar,” ujar Joni dalam rapat paripurna DPRD.
Fraksi Demokrat menilai bahwa normalisasi sungai bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat. Dengan aliran sungai yang kembali normal, warga dapat lebih tenang menjalankan usaha pertanian, perdagangan, maupun kegiatan sehari-hari lainnya.
Joni juga mengingatkan bahwa wilayah Winong hingga Jakenan merupakan daerah produktif, terutama di sektor pertanian. Namun, produktivitas warga seringkali terganggu akibat luapan air saat musim penghujan.
“Normalisasi sungai ini harus diprioritaskan dalam Perubahan APBD 2025. Kami minta Pemkab Pati benar-benar memberi perhatian khusus terhadap masalah ini,” tegasnya.
Fraksi Demokrat menutup pandangannya dengan dorongan agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan yang bersifat monumental, tetapi juga menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, seperti pengendalian banjir dan dukungan terhadap sektor ekonomi warga di wilayah rawan genangan.
(ADV)













