Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Pati Pastikan 61 Desa Masuk Persiapan Pilkades Serentak 2027 Komisi D DPRD Pati Pastikan Polemik TK Pertiwi Tegalharjo Diselesaikan Lewat Mediasi DPRD Pati: Ormas Harus Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah Kenaikan Insentif RT/RW, DPRD Pati Soroti Kapasitas Fiskal Daerah Narso Dorong Pemerintahan Desa Lebih Terbuka dan Akuntabel Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

Advertorial

Banjir Tahunan di Pati Disorot DPRD, Sri Endah Minta Penanganan Serius

badge-check


					Banjir Tahunan di Pati Disorot DPRD, Sri Endah Minta Penanganan Serius Perbesar

PATI, umbara.co.id – Banjir tahunan yang kerap merendam permukiman warga di Kabupaten Pati kembali menjadi sorotan. Setiap musim hujan, sejumlah desa langganan tergenang air sehingga warga harus menghadapi kondisi yang sama dari tahun ke tahun.

Curah hujan tinggi sering membuat sungai meluap hingga masuk ke rumah-rumah warga. Akibatnya, genangan air tidak hanya merusak perabot rumah tangga, tetapi juga menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Kondisi banjir diperparah dengan sistem drainase yang tidak berfungsi maksimal. Banyak saluran air tersumbat, sementara beberapa sungai mengalami pendangkalan sehingga daya tampung air berkurang drastis saat hujan deras turun.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Sri Endah Wahyuningati, menegaskan bahwa persoalan banjir tidak boleh lagi dianggap sebagai hal biasa.

“Jangan lagi dianggap biasa. Banjir sudah menjadi bencana tahunan yang membutuhkan penanganan serius,” ujarnya.

Sri Endah mendorong Pemerintah Kabupaten Pati untuk menyiapkan langkah penanganan jangka panjang, bukan sekadar respons darurat setiap kali banjir terjadi. Menurutnya, normalisasi sungai dan perbaikan sistem drainase harus segera dilakukan.

Ia juga menilai program penanganan banjir perlu dimasukkan secara jelas dalam rencana kerja pemerintah daerah. Tanpa kebijakan yang tegas dan terencana, siklus banjir tahunan dikhawatirkan akan terus berulang.

Menurutnya, faktor cuaca memang tidak bisa dikendalikan. Namun pemerintah memiliki tanggung jawab untuk meminimalkan dampak yang dirasakan masyarakat. Pembenahan tata kelola air serta pengendalian permukiman di bantaran sungai dinilai dapat menjadi langkah awal dalam mengurangi risiko banjir.

Sejauh ini, warga berharap penanganan banjir benar-benar menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Mereka mengaku lelah menghadapi banjir yang datang hampir setiap tahun tanpa adanya perubahan berarti.

“Intinya jelas, banjir tahunan di Pati harus diputus dengan penanganan serius, bukan dibiarkan menjadi rutinitas yang terus menyengsarakan masyarakat,” tegasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Pati Pastikan 61 Desa Masuk Persiapan Pilkades Serentak 2027

3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Komisi D DPRD Pati Pastikan Polemik TK Pertiwi Tegalharjo Diselesaikan Lewat Mediasi

3 Oktober 2026 - 13:19 WIB

DPRD Pati: Ormas Harus Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah

3 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Kenaikan Insentif RT/RW, DPRD Pati Soroti Kapasitas Fiskal Daerah

3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Narso Dorong Pemerintahan Desa Lebih Terbuka dan Akuntabel

3 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Trending di Advertorial