Menu

Mode Gelap
Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan Diskominfo Pati Sinkronkan Pokok Pikiran DPRD, Soroti Kebutuhan Anggaran Internet Kecamatan

Advertorial

DPRD: Jangan Lagi Gelar Pameran di Stadion, Fokus di Kembang Joyo!

badge-check


					DPRD: Jangan Lagi Gelar Pameran di Stadion, Fokus di Kembang Joyo! Perbesar

Pati, umbara.co.id – Pembahasan Raperda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Pati tak hanya soal zonasi dan relokasi. Dalam public hearing yang digelar DPRD Pati bersama OPD, tokoh masyarakat, dan perwakilan PKL, Senin (16/6/2025), muncul usulan segar untuk menjadikan Alun-Alun Kembang Joyo sebagai magnet baru kegiatan masyarakat.

Salah satu gagasan yang mencuat adalah dorongan agar OPD tidak sekadar menata lokasi, tapi juga aktif menggelar kegiatan seperti pentas seni dan pameran di kawasan tersebut.

“Kalau sudah diarahkan ke Alun-Alun Kembang Joyo, ya semua kegiatan difokuskan di sana. Jangan lagi bikin acara di depan Stadion Joyo Kusumo,” ujar Ahmad Qosim, Ketua IKA Undip Pati, dalam forum.

Pernyataan Qosim langsung mendapat respons positif dari Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslikan. Ia menilai, inisiatif tersebut sangat mendukung upaya pemerintah dalam membangun pusat ekonomi baru bagi PKL yang terdampak relokasi.

“Kami sepakat dan sangat mendukung. Tujuannya jelas, untuk menghidupkan kawasan yang baru. Tapi memang, ini butuh proses, perlu edukasi, sosialisasi, dan penyesuaian lainnya,” kata Muslikan.

Muslikan juga menambahkan bahwa Pati punya banyak agenda rutin seperti pameran dan event lainnya. Jika kegiatan itu diarahkan ke lokasi baru, maka akan muncul persepsi bahwa Alun-Alun Kembang Joyo bukan sekadar tempat relokasi, tapi juga pusat kegiatan dan interaksi warga.

“Kalau acaranya menarik, masyarakat pasti akan datang. Jadi mereka tahu, oh ternyata selain alun-alun utama, ada juga Alun-Alun Kembang Joyo yang sekarang jadi pusat PKL,” lanjut politisi dari PPP tersebut.

DPRD pun menyatakan siap mendukung penuh proses relokasi ini, asal dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Tidak hanya soal tempat, tetapi juga soal peran aktif semua pihak untuk menjadikan kawasan baru ini benar-benar hidup.

“Kami mendukung penuh jika penempatan PKL dilakukan sesuai rencana, dengan dukungan kegiatan-kegiatan yang mendatangkan pengunjung. Ini harus jadi perhatian bersama,” tegas Muslikan menutup pernyataannya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Pati dan Kemenkes Genjot Penanganan TBC, 120 Titik Cek Gratis Disiapkan

21 April 2026 - 20:44 WIB

Pemkab Pati Salurkan Bantuan Puso Tahap II, Ribuan Petani Terima Stimulus Pemulihan

21 April 2026 - 20:43 WIB

Agama tidak Pernah Jahat: Refleksi atas Kasus Syekh Ahmad Al Misry

21 April 2026 - 18:14 WIB

Diskominfo Pati Gandeng Wartawan Bahas Pengelolaan Sampah Lewat FGD Gerakan Indonesia Asri

20 April 2026 - 21:11 WIB

Pemkab Pati Usulkan 379 Titik Pompanisasi untuk Hadapi Ancaman Kekeringan

20 April 2026 - 21:09 WIB

Trending di Advertorial