Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

Program Keluarga Berdaya Diapresiasi DPRD Pati, Sosialisasi Jadi Sorotan

badge-check


					Program Keluarga Berdaya Diapresiasi DPRD Pati, Sosialisasi Jadi Sorotan Perbesar

Pati, umbara.co.id – Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah gencar mendorong program ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah nyatanya adalah peluncuran Program Keluarga Berdaya, yang mengajak masyarakat menanam sayur-mayur di pekarangan rumah.

Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: rumah tangga jadi lebih mandiri secara pangan, dan pola hidup sehat bisa dimulai dari lingkungan sendiri.

Tapi, keberhasilan program ini tentu tak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk daerah. Di Kabupaten Pati, Ketua Komisi B DPRD, Muslikan, menyatakan dukungan terhadap program ini, tapi dengan satu catatan penting: sosialisasinya harus serius dan menyentuh masyarakat langsung.

“Kalau toh itu memang baik untuk masyarakat, ya kita dukung. Tapi apakah masyarakat sudah benar-benar paham? Sudah ada sosialisasi serius dari Dinas Ketahanan Pangan belum?” kata Muslikan saat ditemui di kantor DPRD Pati.

Politisi dari Fraksi PPP ini tak menampik bahwa ide programnya bagus. Namun, menurutnya, program sebagus apa pun akan sulit berhasil tanpa edukasi yang memadai.

“Kami dari Komisi B tentu mendukung kalau program ini betul-betul bisa dimanfaatkan dan menguntungkan masyarakat. Tidak jadi masalah selama ada manfaat nyatanya,” tambahnya.

Ia pun mengingatkan agar program ini tidak sekadar menjadi jargon yang digembar-gemborkan, tetapi harus dibarengi aksi nyata dan pendampingan di lapangan.

“Iya, harus ada edukasi. Bukan cuma slogan. Jangan sampai ini jadi program yang nggak ada follow-up-nya,” tegas Muslikan.

Program Keluarga Berdaya sendiri menjadi bagian dari visi besar pemerintah untuk menciptakan ketahanan pangan berbasis keluarga. Dengan memanfaatkan lahan rumah, masyarakat bisa menanam kebutuhan sehari-hari — dari cabai, tomat, bayam, hingga kangkung. Hemat, sehat, dan mandiri.

Kini tinggal bagaimana program ini dikawal dan benar-benar menyentuh masyarakat hingga akar rumput. Seperti kata Muslikan, “kalau serius, kenapa tidak?”

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial