PATI, umbara.co.id – Komisi C DPRD Kabupaten Pati menilai anggaran sebesar Rp65 miliar dari pemerintah pusat belum mencukupi untuk merealisasikan renovasi Stadion Joyokusumo menjadi stadion berstandar FIFA.
Ketua Komisi C DPRD Pati, Joni Kurnianto mengatakan, estimasi kebutuhan pembangunan stadion mencapai sekitar Rp150 miliar. Karena itu, proyek renovasi dipastikan belum bisa dilaksanakan tahun ini.

“Kebutuhan anggarannya jauh lebih besar. Kalau hanya Rp65 miliar tentu belum cukup untuk membangun stadion sesuai standar FIFA,” katanya.
Menurut Joni, DPRD Pati tidak ingin proyek besar tersebut berjalan setengah-setengah dan berpotensi meninggalkan persoalan baru di kemudian hari.
Ia menilai kepastian pembiayaan menjadi hal paling penting sebelum proses pembongkaran stadion dilakukan. DPRD meminta pemerintah daerah tidak tergesa-gesa mengambil langkah tanpa adanya kepastian dukungan penuh dari pemerintah pusat.
“Kalau dibongkar tetapi pembangunan berhenti di tengah jalan, dampaknya justru lebih berat bagi daerah. Kami ingin semuanya benar-benar matang,” ungkapnya.
Joni menambahkan, rencana renovasi stadion juga berdampak pada sejumlah bangunan lain di area kompleks stadion, termasuk Kantor KPU Kabupaten Pati dan Kantor KONI Pati.
Untuk itu, DPRD Pati akan kembali melakukan koordinasi dengan kementerian terkait guna memastikan skema pendanaan dan keberlanjutan proyek renovasi Stadion Joyokusumo.
“Kami ingin ada kepastian yang jelas dulu sebelum proyek ini dijalankan, supaya tidak menimbulkan masalah baru,” tandasnya.
(ADV)














