PATI, umbara.co.id – Rencana renovasi Stadion Joyokusumo Pati yang semula diproyeksikan menjadi stadion berstandar FIFA turut mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Pati. Selain persoalan anggaran, dampak pembongkaran terhadap sejumlah fasilitas di kawasan stadion juga menjadi perhatian.
Anggota Komisi C DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Irianto Budi Utomo mengatakan, pembangunan stadion tidak hanya menyangkut arena olahraga, tetapi juga berdampak pada keberadaan Kantor KPU Kabupaten Pati dan Kantor KONI Pati.

Menurutnya, kedua bangunan tersebut perlu dipikirkan secara matang sebelum proses pembongkaran dilakukan.
“Jangan hanya fokus pada stadionnya saja, tetapi fasilitas lain yang terdampak juga harus disiapkan solusinya. Jangan sampai pelayanan terganggu,” katanya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat menjadi alasan renovasi stadion belum dapat dilaksanakan tahun ini. Dari kebutuhan sekitar Rp150 miliar, dana yang tersedia disebut baru sekitar Rp65 miliar.
Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah berhati-hati sebelum mengambil keputusan pembongkaran stadion.
“Kalau anggarannya belum jelas dan bangunan sudah dibongkar, nanti justru memunculkan persoalan baru. Ini harus diperhitungkan dengan matang,” tegas Irianto.
Komisi C DPRD Pati, lanjutnya, akan terus melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memastikan kejelasan skema pembiayaan proyek renovasi Stadion Joyokusumo.
Ia berharap proyek tersebut nantinya benar-benar dapat berjalan optimal tanpa meninggalkan dampak negatif bagi fasilitas publik maupun masyarakat sekitar.
(ADV)














